Sidoarjo Raih Indeks Perlindungan Anak Terbaik II di Jawa Timur, Perkuat Komitmen Wujudkan Ruang Aman bagi Anak

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Timur 2026 yang digelar di kawasan wisata alam Pintu Langit, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026), Sidoarjo dinobatkan sebagai daerah dengan Indeks Perlindungan Anak (IPA) Terbaik II se-Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. Pengakuan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat kebijakan, program, serta layanan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Momentum peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi serta Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa-Bali Tubagus Arie Rukmantara sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan ruang digital yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa penghargaan yang diraih bukan sekadar prestasi administratif, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan terhadap anak di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, anak merupakan aset paling berharga bagi bangsa yang harus dijamin hak-haknya serta mendapat perlindungan secara menyeluruh dari berbagai bentuk ancaman, baik yang terjadi di lingkungan nyata maupun di ruang digital.

“Anak-anak adalah tunas bangsa sekaligus generasi penerus yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, pemenuhan hak-hak anak serta perlindungan mereka dari berbagai ancaman, baik secara fisik maupun digital, harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Mimik Idayana.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru bagi tumbuh kembang anak. Berbagai ancaman seperti kekerasan berbasis siber, perundungan daring (cyberbullying), penyebaran hoaks, paparan konten negatif, hingga eksploitasi digital menjadi persoalan yang harus diantisipasi secara serius.

Oleh sebab itu, Mimik menilai penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah strategis yang harus dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, kreatif, serta bertanggung jawab agar mampu memanfaatkan kemajuan digital secara positif.

Baca juga :  Finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 Belajar Langsung Proses Rehabilitasi di YPP Al Kholiqi

“Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membimbing anak-anak agar menjadi pengguna digital yang cerdas, kritis, kreatif, dan tetap aman dalam memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa kehidupan anak-anak saat ini tidak lagi hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang semakin berkembang pesat. Karena itu, perlindungan anak harus mampu menjangkau kedua ruang tersebut secara seimbang.

Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak disertai pendampingan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis maupun sosial anak. Bahkan, berbagai bentuk kejahatan siber kini menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama.

“Di ruang fisik anak-anak membutuhkan keluarga yang hangat, komunikatif, dan menyejukkan. Sementara di ruang digital, mereka juga harus mendapatkan ruang yang aman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkap Arifah Fauzi.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak anak dan perlindungan anak bukanlah tanggung jawab satu institusi semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, hingga media untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.

Arifah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memperkuat sistem perlindungan anak melalui berbagai inovasi, salah satunya Program Perisai Anak yang menjadi wujud nyata kolaborasi dalam memberikan perlindungan komprehensif bagi anak-anak.

“Saat kita memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan terbaik kepada mereka, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tandasnya.

Raihan Indeks Perlindungan Anak Terbaik II di Jawa Timur semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan daerah yang ramah anak. Ke depan, Pemkab Sidoarjo akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya secara utuh, tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, inklusif, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan ancaman, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kebijakan, dan program perlindungan anak secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pilar utama pembangunan Indonesia di masa depan. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *