Bulog Perkuat Sinergi dengan Polri, SPHP Jagung dan Beras Jadikan Stabilitas Pangan Blitar Raya

banner 120x600
banner 336x280

Kota Blitar, NewsPATROLI.COM –

Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menegaskan komitmen Bulog dalam memperkuat sinergi dengan Polri guna menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di wilayah Blitar Raya. Hal itu disampaikannya usai mengikuti upacara Hari Bhayangkara yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (1/7/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar, jajaran Forkopimda, Kepala Lapas Anak, Kepala Lapas Blitar, Ketua Pengadilan, kepala organisasi perangkat daerah, para camat, lurah, serta tamu undangan lainnya.

Yonas menjelaskan, Bulog saat ini tengah menjalankan program penyaluran jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang diprioritaskan bagi peternak ayam petelur yang tergabung dalam koperasi resmi dan telah memperoleh rekomendasi dari dinas peternakan setempat.

“Secara nasional Bulog menyalurkan sekitar 240 ribu ton jagung. Khusus Jawa Timur mencapai 122 ribu ton, dan sebanyak 83 ribu ton berada di wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung yang meliputi Blitar Raya, Tulungagung, dan Trenggalek. Ini merupakan alokasi terbesar di Indonesia,” ujar Yonas.

Menurutnya, program yang berlangsung hingga akhir tahun tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi peternak ayam petelur di tengah rendahnya harga telur. Dengan tersedianya jagung berharga terjangkau, biaya produksi dapat ditekan sehingga beban operasional para peternak menjadi lebih ringan.

Baca juga :  Perluas Jangkauan Hingga ke Desa, Ketua DPC LPK-RI Blitar Apresiasi Langkah Strategis Ketum M. Faisal Adam

Yonas juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program pangan tidak lepas dari kolaborasi erat bersama Polri. Melalui program pembinaan yang dimiliki kepolisian, petani binaan didorong menanam jagung, kemudian hasil panennya diarahkan untuk diserap oleh Bulog sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan nasional.

Selain program jagung, Bulog kembali mengaktifkan penyaluran beras SPHP sebagai langkah mengantisipasi kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Jawa Timur. Penyaluran dilakukan melalui gerakan pangan murah bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta melibatkan TNI dan Polri sebagai saluran resmi distribusi.

“Kami akan memaksimalkan kembali distribusi melalui Koramil, Polsek, bazar, maupun gerakan pangan murah agar masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau dan lonjakan harga dapat dicegah,” jelasnya.

Terkait penyaluran melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Yonas menjelaskan bahwa mekanisme sebelumnya hanya bersifat khusus. Ke depan, Bulog akan menerapkan sistem Cash Before Delivery (CBD), di mana pemesanan dilakukan lebih dahulu sebelum barang dikirim.

Melalui sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan Polri, diharapkan program stabilisasi pangan dapat berjalan semakin efektif, sekaligus memberikan perlindungan bagi petani, peternak, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan di Blitar Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *