Bojonegoro – News PATROLI.COM –
Klub Padepokan Sumur Gumuling Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, berhasil meraih gelar Juara Umum I kategori usia dini pada Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026 yang digelar di GOR Utama Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada 25–26 Juli 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah membukukan 11 medali emas, 15 medali perak, dan 2 medali perunggu. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat program latihan atlet usia dini di Padepokan Sumur Gemuling baru dimulai pada November 2025.
Koordinator Klub Padepokan Sumur Gumuling SH Terate, Bambang Prasetyo Budi, mengatakan, pihaknya menurunkan 31 atlet usia dini dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan RI tersebut.
”Alhamdulillah kami berhasil menjadi Juara Umum I dengan raihan 11 medali emas, 15 perak, dan 2 perunggu,” ujarnya. Menurut Bambang, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para pelatih, yakni Mas Pendik, Mas Taufik, dan Mas Septian Aripin, serta dukungan penuh dari jajaran sesepuh SH Terate Cabang Bojonegoro. Di antaranya Wahyu Subakdiono sebagai pelindung dan Triwahyu Utomo sebagai pembina klub.
Pria yang juga Koordinator Humas SH Terate Cabang Kabupaten Bojonegoro ini mengaku, bangga atas pencapaian tersebut karena menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil.
”Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mencetak atlet-atlet pencak silat SH Terate yang mampu berprestasi di berbagai kejuaraan,” kata Bambang.
Bambang berharap, para pelatih tidak cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kualitas latihan agar prestasi atlet SH Terate Sumur Gumuling semakin berkembang pada ajang-ajang berikutnya.
Kejuaraan ini diikuti sebanyak kurang lebih 430 peserta dari berbagai perguruan di wilayah Jawa Timur. Di antaranya Gresik, Lamongan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Tuban, Sidoarjo, Surabaya dan daerah kabupaten lain di Jateng.
”Harapannya para pelatih jangan mudah puas diri atas keberhasilan yang diraih saat ini, tapi semakin meningkatkan kualitas latihan agar prestasi atlet SH Terate ke depan terus mendapatkan prestasi diajang kejuaraan pencak silat,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua IPSI Bojonegoro, H. Endro Setyo Widodo, berharap Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship II 2026 kategori usia dini dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan bibit-bibit atlet berprestasi sekaligus mencetak generasi pesilat masa depan. “Para atlet yang bertanding hari ini diharapkan nantinya mampu mewakili Kabupaten Bojonegoro pada ajang Porprov,” tandasnya
















