Madiun  

Akibat Limbah Cucian Pasir, Puluhan Hektar Sawah di Desa Banaran Terancam Gagal Panen

banner 120x600
banner 336x280

Madiun – News PATROLI.COM –

Kondisi memprihatinkan melanda puluhan hektar lahan persawahan di Desa Banaran, Kecamatan Geger. Kabupaten Madiun, Hasil panen petani anjlok drastis diduga kuat akibat pencemaran limbah lumpur dan pasir dari aktivitas cucian pasir yang dibuang ke aliran sungai di wilayah hulu.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Banaran Geger, Samsu Hadi, mengungkapkan kerugian hasil panen yang sangat terasa. “Pada panen tahun lalu, dari 1.000 meter persegi lahan bisa menghasilkan hingga 1 ton padi. Namun untuk musim tanam ini, hasilnya hanya berkisar 8 hingga 9 kwintal saja,” ungkapnya.

Penurunan drastis ini disebabkan endapan lumpur dan pasir yang menutupi lahan pertanian. Endapan tersebut menutup pori-pori tanah sehingga struktur tanah menjadi keras dan kering, sangat mengganggu pertumbuhan akar dan perkembangan tanaman padi.

Baca juga :  Lahan Sawah Dilindungi di Madiun Nekat Diuruk Meski Dapat Larangan dari Pemerintah

“Jika tidak ada penanganan serius dan perawatan khusus, dikhawatirkan kondisi ini akan memburuk hingga menyebabkan gagal panen total dan petani mengalami kerugian besar,” tambahnya.

Para petani mendesak para pengusaha cucian pasir yang beroperasi di wilayah hulu, tepatnya di sekitar Kecamatan Dolopo, untuk segera membenahi sistem saluran pembuangan limbahnya. Limbah cair dan padat hasil pencucian pasir tidak boleh langsung dialirkan ke sungai yang menjadi sumber irigasi warga, karena berdampak langsung pada kerusakan lahan pertanian di hilir.

Situasi ini membutuhkan perhatian segera semua pihak agar ekosistem sungai dan lahan pertanian dapat pulih kembali, serta keberlangsungan hidup para petani terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *