Mojokerto, News PATROLI.COM –
Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto membuka ruang dialog bersama insan pers untuk membahas kemitraan, keterbukaan informasi hingga kendala komunikasi di lapangan.
Acara tukar pendapat dan dialog interaktif bersama media selaku mitra tersebut digelar di Actually Kopi, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (23/9/2026) Sore
Acara diawali sambutan Kepala Bidang Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kota Mojokerto, Muhammad Fauzan Suryahadi, STTP Mengatakan bahwa pihaknya saat telah melakukan pembenahan tata kelola kemitraan media akan terus dilakukan.
Saat ini kata Fauzan Diskominfo, berkomitmen memberikan pelayanan informasi sekaligus memfasilitasi kebutuhan publikasi media secara profesional dan transparan.
Sehingga kemitraan Diskominfo Kota Mojokerto.yang melibatkan sekitar 80 an media dari berbagai platform. Jumlah tersebut akan terus dievaluasi untuk memastikan kerja sama berjalan lebih tertib dan optimal.
“Kami terus berupaya memfasilitasi kebutuhan publikasi teman-teman media. Kemitraan dengan 80 an media ini akan terus kami evaluasi dan tingkatkan supaya semakin tertata dan transparan,” lanjut mantan Lurah Magersari itu.
Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, drg. Citra Mayangsari, M.Kes., mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan insan pers.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi mengenai program pembangunan dan berbagai kebijakan kepada masyarakat.
“Media merupakan mitra kerja Pemkot Mojokerto sekaligus menjadi jembatan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi dan sinergi harus terus kita bangun,” kata drg. Citra.
drg.Citra menegaskan, kemitraan pemerintah dengan media tidak semata-mata berkaitan dengan publikasi. Komunikasi yang terbuka diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima secara tepat dan berimbang.
Citra juga membuka ruang bagi wartawan untuk menyampaikan persoalan yang ditemui ketika melakukan konfirmasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau ada kendala komunikasi di lapangan, silakan disampaikan kepada kami. Nanti akan kami bantu menjembatani dengan OPD terkait,” ujarnya.
Selain membahas komunikasi, forum tersebut juga menyinggung kondisi anggaran belanja media yang mengalami penyesuaian sebagai dampak efisiensi anggaran daerah.
Drg. Citra menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat Diskominfo harus melakukan penataan alokasi secara proporsional. Namun, prinsip keadilan dan kebersamaan dalam kemitraan dengan media tetap menjadi perhatian.
“Kami mohon pemahaman dari teman-teman media karena efisiensi anggaran daerah juga berdampak pada pos Advetorial. Ada kabar baik P- APBD 2026 ini akan ada tambahan anggaran kerjasama, bahkan tahun 2027 anggaran kerjasama dengan media tetap diperhatikan, ” jelasnya.
Acara dilanjutkan dengan Diskusi para wartawan terkait kebutuhan informasi, mekanisme komunikasi hingga berbagai kendala yang selama ini ditemui di lapangan.
Dengan komunikasi yang semakin kuat, penyampaian informasi mengenai program dan pembangunan Kota Mojokerto kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efektif dan tepat sasaran. (Ton )












