DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Mojokerto dan PAC Gelar Bhakti Sosial di Situs Siti Inggil, Serta Doa Bersama

Ketua DPC PDI -Perjuangan Kabupaten Mojokerto Ida Bagus Nugroho SH bersama Para Pengurus DPC dan PAC kerja bakti sosial membersihkan Situs Siti Inggil di Trowulan
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto, News PATROLI. COM –

Masih menyambut dan memerintahkan datangnya Bulan Kelahiran Bung Karno ( Bulan Juni ) Pengurus DPC PDI -Perjuangan Kabupaten Mojokerto bersama PAC PDI- Perjuangan se Kabupaten Mojokerto melakukan Bhakti Sosial ( Bersih – bersih) dan Doa bersama di Situs Siti Inggil di Trowulan Mojokerto dipercaya menjadi makam Raden Wijaya, pendiri atau Raja Majapahit pertama dan situs purbakala tersebut menjadi tempat persemayaman terakhir raja dengan gelar Kertarajasa Jayawardana,
yang terletak di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Minggu pagi, ( 28 / 06 / 2026 ).

Ketua DPC PDI -Perjuangan Kabupaten Mojokerto Ida Bagus Nugroho, SH didampingi Sekretaris DPC Nurida Lukitasari SPd dan Bendahara DPC Hj Setia Puji Lestari SE MM menjelaskan bahwa, Merawat dan membersihkan tempat tempat bersejarah masa lalu di Tanah Jawa ini, merupakan bagian dari komitmen Partai untuk menjaga dan merawat situs – situs bersejarah yang ada di Bumi Mojopahit ini.

Dan, Aksi nyata pelestarian ( bersih – bersih ) situs Siti Inggil dan Do’a Bersama ini, selain diikuti para Pengurus DPC PDI -Perjuangan Kabupaten Mojokerto, juga diikuti oleh seluruh Pengurus PAC se Kabupaten Mojokerto.

Dijelaskan oleh Ida Bagus, Siti Inggil merupakan tempat yang sejuk. Angin berhembus setiap saat dari persawahan di sekitarnya. Rindangnya pepohonan membuat situs purbakala ini senantiasa adem.

Salah satu yang membikin situs ini adem adalah adanya pohon kesambi raksasa yang menjadi payung hidup bagi bangunan utama Siti Inggil. Bangunan dengan luas sekitar 15×15 meter persegi itu berpondasi struktur bata kuno peninggalan zaman Kerajaan Majapahit.

Dijelaskan, bahwa “Siti Inggil artinya tanah tinggi. Maknanya tanah yang mulya karena makamnya raja pertama Majapahit.

Baca juga :  Dibalik Pelantikan Ratusan Kepala Sekolah se Jember, Gus Fawait Ada Misi Besar

Bahkan masyarakat meyakini Siti Inggil merupakan makam pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya bergelar Maharaja Kertarajasa Jayawardana. Makam di sini bukan tempat mengubur jenazah, tapi tempat menyimpan abu dari jasad manusia.

Menurut sejarah Raden Wijaya wafat sekitar tahun 1309 masehi, jenazah Raden Wijaya disucikan di Candi Gentong, selanjutnya, jasad Sang Raja dikremasi di Candi Brahu. Kedua candi tersebut terletak sekitar 1 Km di sebelah utara Siti Inggil.

Sebagian abu raja pertama Majapahit itu disimpan di Siti Inggil, dan masyarakat pun sangat meyakini kalau situs Siti Inggil ini merupakan candi tempat sembahyang pada zaman Kerajaan Majapahit. Karena kepercayaan itulah masyarakat membangun makam Raden Wijaya di atas struktur kuno.

Dijelaskan oleh Ida Bagus Nugroho bahwa Sejarah kemaharajaan Majapahit memiliki relevansi dengan konteks hari ini ketika Pemerintah menggelorakan kembali Revolusi Mental yang sejak dahulu sudah diwacanakan oleh Bung Karno.

Menurut catatan sejarah, Bung Karno pada 17 Agustus 1956 mengatakan Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala, hal itu bisa ditemukan pada figur-figur dimasa lalu, dimasa kejayaan kemaharajaan Majapahit, yang dipimpin Raden Wijaya, pendiri Majapahit, ” Maka sebagai kader Partai kita harus terus menggelorakan semangat Sejarah Majapahit di sanubari kita dan merawat situs situs sejarah yang ada dibumi Mojopahit ini, termasuk dengan Situs Siti Inggil di Trowulan ini harus kita rawat, terutama menjaga kebersihan nya , ” kata Ida Bagus Nugroho sambil tersenyum. ( Rin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *