Sumenep, Newspatroli.com
Proses Kegiatan Belajar Mengajar di ruang kelas sekolah dibutuhkan kelengkapan sarana belajar salah satu diantaranya kursi dan bangku guna memberikan rasa nyaman dan aman serta konsentrasi pada siswa di saat menerima mata pelajaran.
Namun sayang Bantuan Pengadaan Meubelir yang diperuntukan bagi SDN Keropoh lll Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep Madura Jawa timur , sampai saat ini tidak bisa dipergunakan alias “Mangkrak”.
Adiyanto selaku PLT kepalah sekolah menjelaskan kalau Kursi dan meja siswa dari awal penerimaan tidak bisah dipergunakan karena ada bagian yang masih kurang padahal harga 1 unit kursi siswa cukup fantastis jika di bandingkan dengan harga bahan kayu jati, harganya Rp754.224 untuk kursi siswa sedangkan meja siswa Rp900.000 per 1 unit sesuai dengan daftar harga lelang yang sudah ditetapkan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pemenang lelang dan penyedia barang.

“Bagaimana bisa dirakit pak , barangnya sudah dalam keadaan karat ditambah tidak ada mur atau baut , jadi dari awal saya tumpuk di gudang sekolah” jelas Adiyanto.
Dari beberapa penjelasan kepala sekolah dan penelusuran tim investigasi dapat mengumpulkan sejumlah informasi data , faktor-faktor penyebab kurangnya pendistribusian barang meubelier yang mangkrak sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar di sekolah, diperkirakan negara mengalami kerugian sekitar Rp. 92.720.944 untuk dua macam Item Kursi dan Meja siswa di satu sekolahan saja. (Gusno)










