banner 700x256

Penyebab Mangkraknya Bantuan Pengadaan Meubelier Tahun 2016 untuk Sekolah di Kabupaten Sumenep.

banner 120x600
banner 336x280

Sumenep, Newspatroli.com

Proses Kegiatan Belajar Mengajar di ruang kelas sekolah dibutuhkan kelengkapan sarana belajar salah satu diantaranya kursi dan bangku guna memberikan rasa nyaman dan aman serta konsentrasi  pada siswa di saat menerima mata pelajaran.

Namun sayang Bantuan Pengadaan Meubelir yang diperuntukan bagi SDN Keropoh lll Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep Madura Jawa timur , sampai saat ini tidak bisa dipergunakan alias “Mangkrak”.

Adiyanto selaku PLT kepalah sekolah menjelaskan kalau Kursi dan meja siswa dari awal penerimaan tidak bisah dipergunakan karena ada bagian yang masih kurang padahal harga 1 unit kursi siswa cukup fantastis jika di bandingkan dengan harga bahan kayu jati, harganya Rp754.224 untuk kursi siswa sedangkan meja siswa Rp900.000 per 1 unit sesuai dengan daftar harga lelang yang sudah ditetapkan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pemenang lelang dan penyedia barang.

Baca juga :  Ketua DPC LPK-RI Soroti Dugaan Penyalahgunaan SHM di BRI Unit Bendosewu, Pemilik Klaim Tak Pernah Ajukan Kredit
Adiyanto, PLT Kepalah Kekolah SDN Keropoh lll Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep

“Bagaimana bisa dirakit pak , barangnya sudah dalam keadaan karat ditambah tidak ada mur atau baut , jadi dari awal saya tumpuk di gudang sekolah” jelas Adiyanto.

Dari beberapa penjelasan kepala sekolah dan penelusuran tim investigasi dapat mengumpulkan sejumlah informasi data , faktor-faktor penyebab kurangnya pendistribusian barang meubelier yang mangkrak  sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar di sekolah, diperkirakan negara mengalami kerugian sekitar Rp. 92.720.944 untuk dua macam Item Kursi dan Meja siswa di satu sekolahan saja. (Gusno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *