banner 700x256

Tradisi Silahturahmi Lebaran di Pelantaran Bayu Songgon

banner 120x600
banner 336x280

Banyuwangi – News PATROLI.COM –

Momen lebaran Hari raya setiap daerah berbeda-beda di Indonesia, istilah peribahasanya “Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk lain ikannya” (Setiap daerah lain tradisinya, red).

Untuk membuktikan pribahasa tersebut, News Patroli lakukan investigasi ke Lapangan. Investigasi News Patroli kali ini merujuk di Dusun Pelantaran Bayu Songgon.

Pada hari Sabtu, 21/03/2026, 08:44 News Patroli konfirmasi pada Saipulloh, 55 Dusun Pelanggaran Bayu Songgon (Ipung nama panggilan sehari-hari, red) mantan Wartawan Memorandum sebelumnya jadi Wartawan Suara Nasional dan Lintas Jatim mengatakan :”Di dusun Pelantaran dan sekitarnya masih satu kakek dan nenek, jadi rata-rata adalah keluarga,” Tandasnya tegas.

Pada hari Sabtu, 21/03/2026, 08:44 News Patroli konfirmasi pada Saipulloh, 55 Dusun Pelanggaran Bayu Songgon (Ipung nama panggilan sehari-hari, red) mantan Wartawan Memorandum sebelumnya jadi Wartawan Suara Nasional dan Lintas Jatim mengatakan, “Di dusun Pelantaran dan sekitarnya masih satu kakek dan nenek, jadi rata-rata adalah keluarga,” Tandasnya tegas.

Ipung menambahkan kebanyakan waktu silahturahmi membahas masalah keluarga seperti anekdot Jawa “Guyub Rukun Seduluran Selawase” (Bersatu Damai jadi keluarga selamanya, red).

Pernyataan konfirmasi Ipung pada News Patroli “Guyub Rukun Seduluran Selawase” diamini (Disepakati, Red), Andri, 40, warga Desa Bayu (Keponakan Ipung, red).

Baca juga :  Mengaku Petugas Keamanan Minimarket, Oknum Anggota Polisi Diduga Peras Petugas Parkir

News Patroli memantau dalam momen silahturahmi kali ini kebanyakan membahas masalah tanaman yang sedang trending seperti Durian Merah, Alpukat mulai Bawor, Aligator, Markus, red Vietnam, dan tanaman-tanaman lainnya.

Idul Fitri adalah momen utama untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan keluarga serta masyarakat.

Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Idul Fitri, mencerminkan nilai gotong royong dan persaudaraan.

Bentuk Utama kunjungan rumah kerabat: Dimulai dari orang tua dengan sungkem (menghormati sambil meminta maaf), lalu ke saudara, tetangga; disertai bersalaman dan hidangan seperti ketupat, opor ayam.

Halal bihalal: Acara massal beberapa hari setelah Lebaran, melibatkan keluarga besar, kantor, atau komunitas untuk saling maaf-memaafkan, ceramah, dan makan bersama.

Ziarah makan : Mengunjungi makam leluhur untuk doa dan tabur bunga, sambil bersilaturahmi keluarga.

Variasi Regional Tradisi di Banyuwangi ini kaya akan keunikan daerah, seperti Lebaran Ketupat 7 hari setelah 1 Syawal 1447 H yang membuka rumah untuk semua kalangan (termasuk lintas agama) dengan bagi-bagi ketupat.

Di Aceh ada Meugang (berbagi daging kurban), sementara di Riau terdapat Batoro untuk menyambut mudik dengan arak-arakan rebana.

Silahturahmi ini biasanya diselingi THR, kue kering, dan mudik massal untuk pulang kampung. ** IR Rogojampi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *