Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Kantor pusat Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, menerima kunjungan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, MR Bala dan Mr Freym, Selasa (10/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum pertukaran pengalaman dalam penanganan dan rehabilitasi sosial pecandu narkoba berbasis spiritual dan keagamaan.
Kedatangan MR Bala dan Mr Freym disambut langsung oleh Pimpinan YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, H. Abdul Kholiq, beserta jajaran humas yayasan. Dalam kunjungan tersebut, para tamu diajak meninjau langsung fasilitas pondok pesantren serta menyaksikan proses rehabilitasi sosial yang diterapkan kepada para klien.
Proses rehabilitasi di YPP Al Kholiqi mencakup Gura mata, Gura telinga, Gura hidung, Gura mulut dan pembinaan mental, pendampingan sosial, serta rehabilitasi berbasis spiritual dan keagamaan. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemulihan akhlak, ketenangan batin, dan penguatan nilai-nilai keimanan sebagai fondasi utama dalam proses penyembuhan dari ketergantungan narkoba.
Pimpinan Yayasan Pondok pesantren Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki makna strategis dalam upaya memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya di bidang rehabilitasi sosial pecandu narkoba.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkenalkan metode rehabilitasi berbasis spiritual yang telah kami terapkan selama ini. Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan dalam upaya pemulihan dan pembinaan pecandu narkoba,” ujar H. Abdul Kholiq.
Sementara itu, MR Bala mengapresiasi konsep rehabilitasi yang diterapkan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi. Menurutnya, pendekatan korban pecandu narkoba yang menitikberatkan pada pembinaan spiritual dinilai efektif dalam membangun kembali mental, akhlak, serta kepercayaan diri para klien.
“Kami melihat metode rehabilitasi spiritual yang diterapkan di Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi sangat baik dan menyentuh aspek dasar kemanusiaan. Ke depan, kami berencana menjalin kerja sama dengan yayasan ini untuk diterapkan di Malaysia, khususnya dalam rehabilitasi pecandu narkoba berbasis spiritual,” ungkap MR Bala.
Hal senada disampaikan oleh Mr Freym. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi konkret antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang rehabilitasi sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi para korban penyalahgunaan narkoba.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi bersama serta peninjauan aktivitas para klien yang tengah menjalani proses rehabilitasi. Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan membangun sinergi guna memperkuat program rehabilitasi sosial pecandu narkoba di masa mendatang. (Gus)
















