Saat jelang Ramadhan, maka banyak sikap yang ada di pikiran kita,
Ada yang semangat,
Ada yang senang dan bahagia
Ada yang menganggap biasa biasa saja, karena sudah sering ketemu..
Pola penyikapam yang biasa jadi hal yang bisa membuat banyak dampak yang akan terjadi,
Kita ambil contoh kebiasaan jamaah umroh.
Ketika datang pertama kali Masjidil Haram maka rasa Haru dan kalut tiada dapat digambarkan maka semangat untuk selalu berada di dekat Masjidil Haram dan Ka’bah luar biasa. Bisa saja seharian mereka berada di Masjidil Haram itu biasa di hari pertama
Kemudian memasuki hari kedua karena sudah merasa biasa mulailah keengganan untuk berlama-lama di Masjidil Haram, mulai berbagi waktu meski masih banyak waktu di Masjid.
Memasuki hari ketiga keempat dan kelima sudah mulailah berbagi waktu jadi meskipun dekat dengan Masjidil Haram salatnya pun mulai dibagi separuh di hotel separuh di Masjidil Haram
Memasuki hari berikutnya maka aktivitas di Masjidil Haram malah berkurang,
Aktivitasnya mulai lebih banyak di mall karena mulai memikirkan oleh-oleh untuk keluarganya,
Hal ini karena memang merasa sudah biasa saja,
Dua hari sebelum kepulangan malah lebih banyak waktu di luaran daripada di Masjid Haram bahkan salat pun bisa ditunda-tunda karena lebih asik mencari oleh-oleh,
Azdan pun tidak segera ke masjid,
Padahal biaya untuk kesana luar biasa besar tetapi saat sudah berada di sana karena sudah biasa jadi tidak ada lagi semangat,
maka hal-hal yang yang seringkali dianggap biasa itu dapat menyebabkan tidak ada semangat untuk meningkatkan ibadah,
Hal ini sangat berbahaya dan bisa membuat celaka kita termasuk berkaitan dengan kehadiran Romadhon.
Banyak diantara kita yang menganggap kedatangan Ramadan ini hal biasa saja, karena memang setiap tahun kita akan ketemu,
Sehingga sikap ini membuat kita celaka karena tidak ada semangat untuk beribadah atau meningkatkan kebaikan-kebaikan lainnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hitairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฑูุบูู ู ุฃููููู ุฑูุฌููู ุฐูููุฑูุชู ุนูููุฏููู ููููู ู ููุตูููู ุนูููููู ููุฑูุบูู ู ุฃููููู ุฑูุฌููู ุฏูุฎููู ุนููููููู ุฑูู ูุถูุงูู ุซูู ูู ุงููุณูููุฎู ููุจููู ุฃููู ููุบูููุฑู ูููู ููุฑูุบูู ู ุฃููููู ุฑูุฌููู ุฃูุฏูุฑููู ุนูููุฏููู ุฃูุจูููุงูู ุงููููุจูุฑู ููููู ู ููุฏูุฎูููุงูู ุงููุฌููููุฉู
โNabi bersabda: Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya).โ (HR. Tirmidzi)
Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam beliau bersabda,
ุฑูุบูู ู ุฃููููู ุนูุจูุฏู โ ุฃููู ุจูุนูุฏู โ ุฏูุฎููู ุนููููููู ุฑูู ูุถูุงูู ููููู ู ููุบูููุฑู ูููู
โCelakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.โ [HR. Ahmad, shahih]
Sungguh sangat celaka orang yang bertemu Romadhan akan tetapi tidak diampuni dosa-dosanya.
Ini terjadi karena kita menganggap biasa-biasa aja kedatangan Ramadhan,
Kita anggap sebagai rutinitas saja karena tiap tahun kita akan ketemu,
Padaha ini bisa membuat kita celaka.
Rasulullah menegaskan celaka celaka celaka,
Padahal kita tahu Ramadan akan datang tapi kita menyikapinya biasa saja.
Kita nganggap Ramadan itu hanya bulan penuh berkah bulan penuh rahmat, pokoknya yang enak-enak saja yang baik-baik saja ,
KIta mengganggap biasa saja tanpa memberikan makna,
sehingga di sisi lain kita ini tidak ada semangat untuk beribadah.
Kita tahu bahwa saat Ramadhan pintu-pintu surga dibuka semuanya,
Tapi kita masih malas untuk beribadah,
Masih males memberi tambahan ibadah ibadah Sunnah,
Masih males Tarawih,
Masih malas tilawah dqn tadarus,
Masih malas untuk berinfak dan sebagainya,
Karena kita merasa biasa-biasa saja,
Sungguh ini sangat kelewatan
Pintu Surga sudah dibuka tapi kita enggak manfaatkan,
Sikap ini harus kita perbaiki .
Kita harus sadar bahwa ini kesempatan dan peluang,
Kita tanamkan pada hati kita bahwa Ramadan kali ini adalah tentang akhir,
Kita juga Percaya di Hadist lain diterangkan bahwa pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu ,
Tapi Sungguh kelewatan kalau kita ini Masih berbuat banyak maksiat ,
Masih memanfaatkan waktu waktu luang yang tidak ada artinya,
Itu sebenarnya hal yang bisa membuat kita celaka,
Maka Mari kita sikapi kedatangan Romadhon ini dengan penuh semangat dan penuh kebahagiaan,
Sehingga kita ini mempunyai pola pikir dan pola sikap yang berubah dengan memanfaatkan seoptimal mungkin bulan Romadhon ini,
dengan kegiatan kegiatan ibadah yang bermanfaat ibadah, Melaksanakan ibadah tambahan di luar yang telah kita lakukan selama ini kita harus Optimalkan.
2ramadhan1443H
salamistiqomah
asbakri










