Lamongan, Newspatroli.com
Gerakan vaksinasi Covid-19 secara door to door di Lamongan tetap akan berlanjut sampai sekarang.
Data terbaru, cakupan vaksinasi dosis pertama di Lamongan telah mencapai 65,63 persen dengan 56 persen di antaranya untuk lansia.
Per Kamis (30/9/2021), capaian vaksinasi di Lamongan telah menembus angka 65,65 persen untuk dosis pertama dan 56 persen di antaranya adalah untuk lansia serta 15,47 untuk capaian dosis kedua.
Dengan kecepatan harian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lamongan mencapai 20 ribu dosis lebih, diperkirakan target 70 persen akan bisa dicapai dalam pekan-pekan ini.
“Ini kecepatan harian di atas 20 ribu dosis. Perkiraan dalam sepekan atau awal Oktober bisa closed target,” kata Ketua Satgas Covid-19, Yuhronur Efendi didampingi Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bachtiar kepada SURYA.CO.ID, Kamis (30/9/2021).
Untuk mencapai target 70 persen, katanya, Lamongan terus menggencarkan vaksinasi dengan berbagai cara. Salah satunya, adalah dengan menggelar gerilya vaksinasi ke spot-spot secara langsung. Selain itu, RT setempat juga telah diminta untuk menyisir warganya yang sudah atau belum divaksin.
“Sekarang juga ada gerilya vaksinasi ke spot-spot. RT juga diminta menyisir warganya yang sudah dan belum divaksin,” ungkap Yuhronur.
Termasuk kalau untuk penghitungan capaian vaksinasi juga berlaku wilayah anglomerasi.
“Saat ini Lamongan masih berada di PPKM Level 3 sementara untuk asesmen Kemenkes RI Lamongan berada di level 1, ” katanya.
Salah satu syarat untuk PPKM adalah capaian vaksinasi sebesar 70 persen dan lansia 60 persen. Sementara, untuk penilaian asesmen Kemenkes dasar indikatornya mengikuti WHO.
“Yang asesmen Kemenkes RI dasar indikator ikut WHO. Keduanya (PPKM dan Asesmen) sama. Hanya yang PPKM ditambah soal pelaksanaan vaksinasi,” katanya.
Cegah Klaster Baru
Sementara untuk mencegah kluster Baru, Babinsa Jajaran Kodim 0812/Lamongan bersama Bhabinkamtibmas melakukan pengawalan kegiatan swab antigen secara acak di lembaga pendidikan di wilayah binaan.
Swab antigen secara acak dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 atau kasus klaster baru dari kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga pendidikan kelas SD, SMP dan SMA.
Tes antigen secara acak di wilayah binaan ini pelaksanaannya dilakukan di sekolah tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif.
https://3143870a3843791cdd878429d4b4c9e2.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html Yuhronur berharap masyarakat untuk tidak euforia mendapati kenyataan Lamongan pada posisi level satu.
“Kalau kemarin pernah saya katakan boleh menggelar hajatan, boleh menggelar pentas, itu tetap dengan protokol kesehatan, ” katanya.
Ia berharap ke depan tidak lagi berkembang penderita Covid-19 di Lamongan. Caranya adalah, masyarakat tetap wajib menaati prokes. (Msr/Har)










