banner 700x256

Memasuki Tahun 2026, Keluarga Hadi Purwanto Tetap Istiqomah Gelar Khotmil Qur’an dan Kirim Doa di Makam Mbah Sentono

Hadi Purwanto SH MH dan keluarganya didampingi Kyai Mathori Hasan Poto bersama dengan para tokoh masyarakat Dusun Banjarsari
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto, News PATROLI.COM –

Tidak terasa sudah 20 bulan berlalu warga Dusun Banjarsari, bersama para Tokoh masyarakatnya dan para Jurnalis secara istiqomah (rutin) sebulan sekali diawal bulan mengikuti kegiatan keagamaan atau syiar agama yang diwarnai dengan Pembacaan Sholawat, Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama serta Kenduri, Tumpeng yang diinisasi oleh Keluarga besar Hadi Purwanto, ST., SH., MH, yang diisi dengan ceramah agama oleh Kyai Mathori Hasan, Minggu siang (04 /01 /2026 ) di Aula terbuka Makam Umum Dusun Banjarsari (Eyang Temenggung Soekarto Widjoyono / Mbah Sentono) di Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Ditempat yang sama, Penanggungjawab Kegiatan Khotmil Qur’an dan Pembina Sholawat Al-Hadad Djawa Dwipa dan manaqib di Makam Mbah Sentono Hadi Purwanto, SH, MH yang akrab disapa Mas Hadi ini mengatakan, bahwasanya kegiatan rutin Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama ini merupakan sarana warga Banjarsari yang ingin berbakti kepada orang tua dan para leluhurnya.

Hadi Purwanto juga mengatakan bahwa tidak gampang untuk mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi sampai Istiqomah dan sudah berjalan 20 bulan ini masuk pada tahun 2026 ini.

Sebab, Informasi ini perlu kami sampaikan kepada publik, bahwa kegiatan Rutin keagamaan yang secara Istiqomah ini kami selenggarakan tidak ada muatan politik atau kepentingan apa–apa, ini murni sebuah ibadah kita kepada Allah SWT, di Majelis ini kita bersama sama belajar ikhlas mencari Ridho Alloh SWT, untuk bekal di akhirat kelak, ‘ tegas Mas Hadi Didampingi tokoh masyarakat Abah Mail, Mas Putut dan keluarganya.

Dijelaskan Hadi Purwanto yang juga menjabat sebagai Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda ini bahwa kegiatan rutin ini merupakan wadah Belajar untuk berbuat baik kepada sesama dan giat ini bisa bermanfaat bagi orang lain. ” Kita disini sama sama belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dan Alhamdulillah, Kegiatan ini sudah 20 bulan berlalu, semua ini laksanakan bersama keluarga dan Warga Dusun Banjarsari yang ingin ngaji bareng dan berdoa bersama, dilakukan semata -mata karena Lilahi Taala, demi Akhirat kelak, karena semua yang bernyawa pasti akan mati, dan kematian itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban kita dihadapan Alloh SWT, Karena akhirat itu nyata, ” lanjut Mas Hadi.

Hadi Purwanto pun mengatakan. ” Makanya kita selalu belajar Ikhlas hanya Semata -mata karena Alloh SWT, dan tidak ada niat yang macam -macam atau kepentingan politik sedikitpun di dalamnya, yang penting niat ibadah saja, ” lanjut Mas Hadi.

Baca juga :  Dekopinda Kabupaten Mojokerto Gelar Halal Bihalal dan Rapat Program Kerja Tahun 2026

Mas Hadi mengatakan kita kalau melakukan kebaikan harus selalu Istiqomah, Sebab Istiqomah adalah fondasi untuk terus berada di jalan Allah.” Syiar agama pun menjadi bagian dari ikhtiar kita mengajak masyarakat memahami dan mencintai ajaran Islam,” ucapnya.

Hadi Purwanto juga mengingatkan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua dan leluhur yang telah wafat, baik dengan doa maupun meneruskan kebaikan yang ditinggalkan yang perlu kita teruskan.

Giat Manaqib Syech Abdul Qadir Jailani, yang diwarnai dengan pembacaan Sholawat Al-Banjari oleh Group Selawat “Al-Haddad Djawa Dwipa ” ini dilanjutkan dengan penyampaian prakata oleh Penasihat kegiatan, Ustaz Mukid yang menyampaikan bahwa terselenggaranya Khotmil Qur’an hingga putaran ke- 20 merupakan pertolongan Allah SWT dan buah dari keikhlasan jamaah.

“Kalau tidak diniati kuat dan ikhlas, mustahil bisa istiqomah hadir, Walaupun tanpa kehadiran PJ. Kepala Desa Kedunglengkong kita tetap jalan terus, Jangan menilai siapa yang memimpin kegiatan, tetapi luruskan niat hanya karena Allah,” tegas Ustadz Mukid.

Sementara itu Penceramah agama Kyai Hasan Mathori, dalam tauziahnya mengajak seluruh jamaah rutin ngaji bareng jangan takut untuk melawan kozoliman atau pemerintah yang Dholim yang melakukan perbuatan tidak benar yang melanggar syariat agama Islam harus kita lawan.

“ Dalam majelis yang penuh Barokah ini, mari kita tetap Istiqomah dan selalu menjalankan perintah-Nya, untuk memperkuat ke – Imanan kita kepada Allah SWT, ucap Kyai Hasan Mathori.

Dilain pihak, Kyai Hasan Mathori juga menyinggung minimnya perhatian dari Pemerintah Desa Kedunglengkong terhadap kegiatan keagamaan di Makam Mbah Sentono ini.

“ Kita semua patut prihatin, dan bertanya – tanya, kenapa Pj. Kepala Desa Kedunglengkong tidak pernah hadir di Majelis ini. Entah tidak tahu atau tidak mau tahu. Sebab kegiatan keagamaan ini murni untuk bekal kita diakhirat kelak. Jangan sampai kita mengingkari nikmat Allah, dan jangan sampai kita tidak punya bekal untuk akhirat nanti, Sebab semua yang bernyawa akan mati, dan kematian kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Allah SWT ” pesan Kyai Hasan Mathori.

Pada kesempatan itu, Kyai Hasan Mathori juga menyampaikan kisah keteladanan Siti Masyitoh, sosok perempuan beriman di masa Fir’aun yang mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT meski harus menghadapi hukuman berat. Keteguhan iman Siti Masyitoh, menurutnya, menjadi teladan bagi umat Islam agar tetap istiqomah dalam keyakinan di tengah berbagai ujian ( Rin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *