banner 700x256

Satu Tahun Kepemimpinan Najmul–Kus, Lombok Utara Deklarasikan Peradaban Kurma Tropis Dunia

banner 120x600
banner 336x280

Lombok Utara – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara resmi mendeklarasikan Peradaban Kurma Dunia Lombok Utara dalam sebuah seremoni yang dipimpin langsung Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Jumat 20 Februari 2026. Deklarasi tersebut menjadi tonggak ambisi daerah ini untuk tampil sebagai pusat pengembangan kurma tropis dunia di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, Kepala BRIDA Provinsi NTB, para kepala OPD lingkup KLU, camat se-KLU, kepala desa, serta berbagai unsur masyarakat dan penggiat kurma.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul menyampaikan keyakinannya bahwa Lombok Utara memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat peradaban kurma di Indonesia, bahkan di tingkat global. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam dan dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.

“Daerah kita kaya dengan potensi. Ini akan menjadi salah satu pusat peradaban kurma di Indonesia dan menjadi garis depan pengembangan kurma tropis,” ujarnya.

Ia menambahkan, deklarasi tersebut bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Lombok Utara. Momentum itu, kata dia, menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan terobosan pembangunan berbasis potensi lokal.

Najmul menyinggung sejarah panjang kurma yang selama berabad-abad menjadi simbol peradaban di kawasan Timur Tengah. Pohon kurma tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual, khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia. Dengan Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar sekaligus pasar kurma yang besar, Lombok Utara dinilai memiliki peluang strategis untuk masuk dalam peta global industri kurma.

“Lombok Utara berdiri di garis depan sebagai pionir peradaban kurma tropis yang tumbuh di bawah garis khatulistiwa,” katanya.

Ia juga mendorong agar pengembangan kurma tidak berhenti pada level wacana. Kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas publik diharapkan mulai menanam pohon kurma sebagai bagian dari gerakan bersama.

Baca juga :  Kades Lojejer Moh. Sholeh Melantik Kepala Dusun Kepel

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) KLU, Tresnahadi S., melaporkan bahwa berdasarkan data tahun 2016 hingga 2024, tercatat sebanyak 3.007 pohon kurma telah ditanam dan tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Gangga, Tanjung, Kayangan, Bayan, dan Pemenang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 224 pohon telah berbuah dan lebih dari 500 pohon telah mengeluarkan mayang, baik jantan maupun betina. Ia mengakui, di luar data resmi tersebut masih terdapat banyak pohon kurma yang ditanam masyarakat di pelosok daerah dan belum terdata secara menyeluruh.

Menurutnya, jumlah tersebut membuktikan bahwa kurma bukan lagi sekadar tanaman percobaan di Lombok Utara, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gerakan pertanian masyarakat. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa mayoritas kurma yang ada saat ini masih tergolong varietas lokal dengan kualitas standar, baik dari segi rasa, tekstur, ukuran buah, maupun daya saing pasar.

Ke depan, pemerintah daerah berencana mengembangkan varietas Kurma Kumari Barhee yang dinilai memiliki keunggulan dari segi rasa manis legit, tekstur lembut, serta kualitas buah yang masuk dalam kategori kelas dunia. Varietas ini diproyeksikan menjadi ikon kurma Lombok Utara yang dikembangkan secara lebih serius, terstruktur, dan berorientasi pasar global.

Tresnahadi menegaskan, pengembangan kurma membutuhkan perencanaan matang, pendampingan teknologi budidaya, peningkatan kualitas bibit, serta pengelolaan profesional agar Lombok Utara benar-benar menjadi sentra kurma tropis.

“Data ini bukan sekadar laporan, tetapi pijakan untuk melompat lebih jauh, dari kurma standar menuju kurma berkualitas dunia, dari penanaman tradisional menuju agribisnis modern,” ujarnya.

Kegiatan deklarasi ditutup dengan penandatanganan prasasti serta penanaman pohon kurma di halaman Kantor Bupati Lombok Utara sebagai simbol dimulainya babak baru pengembangan kurma di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *