banner 700x256

Walikota Blitar Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Luhur Sebagai Pindasi Perdamian Dunia

banner 120x600
banner 336x280

Blitar – NewsPATROLI.COM –

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan ideologi negara yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan daerah dan elemen masyarakat.

Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Wali Kota Blitar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Kapolres Blitar Kota, Komandan Kodim 0808/Blitar, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), Kepala BPS Kota Blitar, serta seluruh Kepala Dinas, Camat, dan Lurah se-Kota Blitar. Kehadiran seluruh unsur pemerintahan dan pertahanan keamanan ini mencerminkan kesatuan tekad dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara.

Upacara tahun ini mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Syauqul Muhibbin membacakan sambutan resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menegaskan urgensi Pancasila di tengah dinamika zaman.

“Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Salam Pancasila.
Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah bersejarah untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremonial tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” demikian ucapnya.

Baca juga :  Paripurna LKPJ 2025, DPRD Kabupaten Blitar Soroti 20 Catatan Strategis untuk Perbaikan Kinerja Daerah

Lebih lanjut disampaikan bahwa tema yang diusung merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” tegasnya.

Pancasila diposisikan sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika politik dunia. Dengan berpegang teguh pada kelima sila, bangsa Indonesia diyakini mampu melewati berbagai tantangan zaman dengan tetap menjaga persatuan dan kedamaian.

Upacara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar semangat Pancasila tidak hanya menjadi simbol, melainkan terimplementasi nyata dalam setiap langkah pembangunan dan kehidupan bermasyarakat di Kota Blitar.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *