banner 700x256

Damai Bermartabat, Adat Lampung Satukan Kembali Pemuda Pekurun dan Personel Brigif Way Rarem

banner 120x600
banner 336x280

Lampung Utara – NewsPATROLI.COM –

Semangat musyawarah dan kearifan lokal Lampung kembali menjadi perekat persaudaraan dalam penyelesaian kesalahpahaman antara pemuda Desa Pekurun dengan personel Brigif di kawasan Bendungan Way Rarem. Melalui musyawarah adat yang digelar di Sesat Agung Pekurun Gedung Raja, Sabtu (6/6/2026), seluruh pihak sepakat mengakhiri permasalahan secara damai, kekeluargaan, dan bermartabat.

Musyawarah adat tersebut dihadiri Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis,M.Si., Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.S.Sos.,M.Si. (Han.), Wakil Bupati Lampung Utara Romli,S.Kom., S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara Muhammad Yusrizal, S.T., Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E.,M.Tr.(Han)., Danpomdam XXI/Radin Inten Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., Asintel Kasdam XXI/Radin Inten Kolonel Inf Erwin A.T. Wiyono A., S.T.,M.Tr.(Han)., serta Kasiops Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Jumadal Aulia.

Proses perdamaian ini tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak yang sejak awal menjembatani komunikasi kedua belah pihak. Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara Muhammad Yusrizal, S.T., bersama tokoh masyarakat Lampung H. Faisol Djausal, mengambil peran penting dalam mendorong penyelesaian melalui pendekatan musyawarah, kekeluargaan, dan kearifan lokal Lampung.

Baca juga :  Kanal Pengaduan Digital Kementerian ATR/BPN, Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan Ajak Masyarakat Berpartisipasi Wujudkan Layanan Transparan

Melalui serangkaian komunikasi dan mediasi intensif, kedua belah pihak akhirnya sepakat menempuh jalur damai dengan mengedepankan norma adat serta semangat persaudaraan. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata bahwa dialog dan musyawarah tetap menjadi jalan terbaik dalam merawat keharmonisan dan kohesi sosial masyarakat.

Turut hadir Camat Abung Pekurun, Kepala Desa Pekurun, Kepala Desa Pekurun Tengah, para tokoh adat, tokoh masyarakat Abung Pekurun, serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Melalui prosesi adat yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, seluruh pihak saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Komitmen bersama ini menegaskan bahwa nilai adat Lampung mampu menjadi solusi terbaik dalam merajut kembali persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *