Mojokerto, News PATROLI.COM –
Kurangnya minat baca pada masyarakat di Kota Mojokerto, Ternyata mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto yang duduk di Komisi I.
Untuk itu, jajaran komisi 1 DPRD Kota Mojokerto, melakukan Infeksi Mendadak ( Sidak ) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) jalan Prajuritkulon No 70A, kecamatan Prajuritkulon.
Saat Sidak di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto Komisi I langsung dipimpin oleh Ketua Komisi I, Dra. Enny Rahmawati, H. Udji Pramono, Silvy Elya Rosa, M.Si, Agung Sucipto, Ahmad Saifulloh dan dr. Ditha Roosita Ayu.
Saat sidak tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Enny Rahmawati menjelaskan bahwa Komisi I akan berjuang dan berkomitmen untuk mendukung penguatan budaya literasi masyarakat.
Disamping itu pula, Komisi menegaskan pihaknya siap memperjuangkan kebutuhan anggaran Dinas Perpustakaan agar pelayanan perpustakaan semakin optimal dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
“Jadi Selain Dana Alokasi Khusus (DAK) yang telah ada, kami akan berupaya memperjuangkan anggaran daerah, terutama untuk pengadaan koleksi buku yang sudah banyak usang sehingga perlu diperbarui”, tegas Enny Rahmawati Ketua Komisi I.
Enny menilai penguatan fasilitas perpustakaan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Yang mana keberadaan kontainer literasi yang selama ini dimanfaatkan sebagai perpustakaan keliling juga perlu mendapat pembaruan agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Kalau saat ini ada lima kontainer literasi dan dua perpustakaan, tentu ke depan perlu penambahan maupun pembaruan agar lebih inovatif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” ucap Enny.
Kader PKB ini berharap minat baca bagi kalangan masyarakat itu juga penting, karena perpustakaan sangat vital bagi masyarakat karena berfungsi sebagai pusat sumber ilmu dan informasi tervalidasi. Ketersediaan akses ini memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat baca, mendorong pola pikir kritis, serta membangun budaya literasi yang kuat di berbagai kalangan.
“Perpustakaan sangat penting bagi masyarakat karena menjadi pusat sumber ilmu yang mudah diakses dan terjangkau. Fasilitas ini membantu membuka wawasan, melawan penyebaran berita hoaks, dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat demi meningkatkan kualitas hidup”, ujarnya.
Dilain pihak, saat kunjungan tersebut, jajaran Komisi I juga melihat langsung berbagai fasilitas yang dimiliki Dispusip, mulai dari ruang layanan baca, koleksi buku, hingga sarana pendukung literasi.
Sejumlah masukan dari pengelola perpustakaan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi DPRD untuk menyusun skala prioritas penganggaran pada pembahasan APBD mendatang.
Komisi I berharap sinergi antara DPRD dan Dinas Perpustakaan ini terus terjalin sehingga berbagai program peningkatan literasi dapat berjalan lebih optimal. Dengan dukungan anggaran, koleksi buku yang terus diperbarui, fasilitasnya bagus, dan budaya membaca di Kota Mojokerto semakin tumbuh dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berpengetahuan luas ( Ton )
















