Pamekasan, NewsPATROLI.COM –
Forum Kota Pamekasan (Forkot) berencana menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bea Cukai Madura, Rabu (2/9/2026).
Massa akan menyoroti dugaan penebusan pita cukai oleh sejumlah perusahaan rokok (PR) di Sumenep yang disebut tidak aktif melakukan produksi.
Dalam surat pemberitahuan aksi, Forkot menyebut sekitar 100 orang akan terlibat dalam demonstrasi tersebut. Massa dijadwalkan berkumpul di kawasan Arlan sebelah timur sebelum bergerak menuju Kantor Bea Cukai Madura.
Forkot mengaku menemukan sejumlah PR yang diduga rutin melakukan penebusan pita cukai. Namun, berdasarkan kajian dan observasi mereka, tempat produksi perusahaan tersebut disebut tidak melakukan aktivitas produksi rokok.
“Forkot kawal temuan yang sangat fatal, tempat produksi beberapa PR di Sumenep yang diduga tidak memproduksi rokok tapi rutin melakukan penebusan pita cukai,” demikian isi salah satu poin dalam surat pemberitahuan aksi.
Forkot juga menyoroti dugaan adanya permainan antara oknum Bea Cukai dan pihak yang mereka sebut sebagai mafia pita cukai rokok. Mereka menilai dugaan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.
Aktivis Forkot, Gerrad, mengatakan data sejumlah PR yang menjadi bahan kajian mereka diduga dikoordinir oleh seorang pengusaha asal Sumenep berinisial R.
“Data-data PR yang disetorkan ke Bea Cukai diduga dikoordinir oleh seseorang berinisial R. Pengusaha tersebut ditengarai memiliki kedekatan dengan oknum di Bea Cukai Madura,” kata Gerrad.
Menurut Gerrad, dugaan kedekatan tersebut membuat proses penebusan pita cukai sejumlah perusahaan rokok itu diduga berjalan lancar meski terdapat dugaan pelanggaran.
Dalam surat pemberitahuan aksinya, Forkot turut melampirkan sejumlah nama perusahaan rokok yang masuk dalam hasil kajian dan observasi mereka.
Forkot meminta pimpinan Bea Cukai Madura untuk menemui langsung massa aksi. Mereka juga mendesak agar dilakukan tindakan tegas terhadap perusahaan rokok yang dilaporkan apabila terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami meminta Kepala Bea Cukai Madura menemui langsung aksi Forkot dan melakukan tindakan tegas terhadap semua PR yang sudah kami setorkan datanya,” tegas Gerrad.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bea Cukai Madura terkait rencana aksi tersebut maupun sejumlah dugaan yang disampaikan Forkot.












