Jember – News PATROLI.COM –
Dalam rangka memperingati World Day Mangrove atau Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli, World Day Mangrove tahun Relawan Segoro Kidul, LMI dan RNB dan Pemerintah Desa Sumberejo menggelar aksi serentak penanaman 500 bibit pohon Mangrove di kawasan pesisir Payangan Dusun Watu Ulo. Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah abrasi, menjaga ekosistem laut, serta memulihkan garis pantai yang mulai terkikis gelombang.
Aksi penanaman ini dipusatkan di area pesisir berlumpur yang menjadi habitat asli tanaman Mangrove. Terdiri dari 170 para peserta yang terdiri dari unsur, Relawan Segoro kidul, LMI, RNB, Pemdes Sumberejo, Guru, Siswa, Mahasiswa dan juga Umum bahu-membahu menanam bibit jenis Rhizophora.
Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan. Lebih dari itu, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi daratan dari hantaman ombak besar, sekaligus berfungsi sebagai gudang penyimpanan karbon biru (blue carbon) guna menekan dampak perubahan iklim global.
Arif Budi Wicaksono, selaku ketua panitia saat diwawancarai mengatakan, “Kegiatan penanaman Mangrove kali dalam rangka hari mangrove sedunia yaitu pada tanggal 26 Juli, dimana kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian terdiri dari seratus sepuluh titik lokasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Lebih lanjut Arif mengatakan, “Untuk bibit sendiri yang ditanam ada Lima Ratus bibit Mangrove jenis Rhizophora, yang diikuti oleh seratus tujuh puluh peserta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari, Guru, Siswa, Mahasiswa dan juga Umum,”Imbuhnya.
Tanaman Mangrove sendiri berguan untuk mencegah Abrasi dan hantaman Ombak Besar dipantai Payangan Watu Ulo. “Yang pertama Tanaman mangrove untuk mencegah Abrasi di Pantai Payangan ini, terus yang kedua adalah mengajak Masyarakat sekitar khususnya secara umum di Kabupaten Jember untuk mengenal tanaman Mangrove dan manfaatnya Mangrove dan juga harapannya dari tanaman mangrove ini berdampak bagi perubahan iklim,”pungkasnya.
Dilokasi yang sama salah satu peserta Komunitas Pemuda asal Kabupaten Bondowoso, Rosana Wadia Candra mengatakan, dirinya sangat senang dan sering mengikuti kegiatan penanaman Mangrove.
“Perasaan saya disini bersama teman-teman cukup senang dan kita mendapatkan Ilmu disini, tidak hanya menanam mangrove tapi juga menimbulkan rasa korsa satu sama lain dan kami sering sekali mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini diberbagai wilayah di Jawa Timur, harapan saya dan teman-teman kami dari Pemersatu untuk acara seperti ini kedepannya lebih baik lagi,”Riangnya.
Selain melakukan penanaman serentak, para Relawan, komunitas, Guru, Siswa, Mahasiswa dan unsur pemerintah Desa juga berkomitmen untuk terus memantau dan merawat bibit yang telah ditanam agar tumbuh dengan baik. Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar menjaga kelestarian pesisir menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.










