Penerima Bantuan Becak Motor Keluhkan Lambannya Pengadaan Charger, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

banner 120x600
banner 336x280

Banyuwangi, News PATROLI.COM –

Sejumlah penerima bantuan becak motor listrik mengeluhkan lambannya pengadaan fasilitas pengisian baterai (charger) yang menjadi kebutuhan utama untuk menunjang operasional kendaraan bantuan pemerintah.

Para penerima mengaku bantuan kendaraan tersebut sangat membantu aktivitas dan meningkatkan penghasilan.

Namun, keberadaan fasilitas pengisian baterai yang belum tersedia secara memadai dinilai membuat pemanfaatan bantuan belum maksimal.

Berdasarkan konfirmasi, Syamsuri Warga Labansukadi Kabat, biasa mangkal di depan Terminal Rogojampi pada News Patroli menuturkan,

“Becaknya sudah kami terima, tetapi untuk pengisian baterai masih menjadi kendala. Kami berharap pemerintah segera menyediakan tempat charger yang mudah dijangkau,” keluhnya.

Menurut penerima bantuan fasilitas charger seharusnya menjadi bagian penting dari program bantuan kendaraan listrik, karena kalau mengisi baterai/charger di kediamannya kurang lebih memakan waktu 6 jam lamanya. Dengan adanya Pemerintah secepatnya bisa menyediakan home base charge di satu tempat di kecamatan akan membantu penarik becak motor.

Tanpa dukungan sarana pengisian yang memadai, penerima harus mencari lokasi pengisian sendiri sehingga dapat mengganggu aktivitas mereka.

Persoalan fasilitas pengisian memang menjadi tantangan dalam program becak listrik.

Menurut keterangan beberapa Nara sumber, di sejumlah daerah, telah menyediakan titik pengisian untuk membantu penerima bantuan. Ini selain di kabupaten Banyuwangi seperti Pemerintah Kabupaten Demak, misalnya, menyediakan layanan charger gratis di dua lokasi bagi penerima becak listrik bantuan Presiden.

Baca juga :  BP3RI Sikapi Provider Jaringan Internet di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi

Di Kota Malang, PLN juga menyediakan empat titik SPLU untuk mendukung operasional becak listrik bantuan Presiden.

Setiap unit dilengkapi adaptor charger 160 watt dan pengisian dari kondisi kosong hingga penuh dapat membutuhkan waktu sekitar enak sampai delapan jam.

Para penerima bantuan berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah seperti Kabupaten Banyuwangi segera mempercepat pengadaan charger, sekaligus memberikan kejelasan mengenai lokasi, mekanisme penggunaan, serta biaya pengisian baterai.
Mereka menilai, bantuan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menyerahkan unit kendaraan.

Infrastruktur pendukung seperti charger, layanan perawatan dan kepastian purna jual juga diperlukan agar bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi dan mencari solusi atas keluhan tersebut.

Dengan tersedianya fasilitas pengisian yang memadai, program bantuan becak listrik diharapkan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat penerima.**IR Rogojampi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *