Jember  

Gebyar HUT RI ke-81, Polsek Wuluhan Gelar Pagelaran Wayang Kulit untuk Lestarikan Budaya Nusantara

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Penyerahan Gunungan Oleh Wakapolres Kompol Antonio Evan Sulaiman, SIK., MH., dan Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dhardak Saputro, SH., M H., kepada Dalang Sabet Alap-alap Ki Edi Siswanto bertanda acara dimulai digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,

Polsek bersama warga setempat menggelar pertunjukan seni tradisi wayang kulit semalam suntuk di halaman mapolsek pada Sabtu malam. Acara rakyat ini dihadiri oleh Wakapolres Jember Kompol Antonio Evan Sulaiman, SIK., MH., 7, Anggota Koramil Wuluhan, Kepala Desa se Kecamatan Wuluhan, Forkam, Seluruh Perguruan Silat se Kecamatan Wuluhan, Rapi,Tokoh Lintas Agama, Seluruh Anggota Polsek Wuluhan dengan bintang tamu Gus Huda serta penyanyi kocak asal kota Banyuwangi Arif Citenk dan ratusan warga dari berbagai desa yang ingin menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut.

Pagelaran wayang kulit ini menampilkan dalang kondang Ki Edi Siswanto Sabet Alap-alap dengan membawakan lakon “Bentenge Negoro” mengisahkan akan pesan moral tentang kepemimpinan dan persatuan bangsa. Kegiatan budaya ini bertujuan untuk merawat tradisi leluhur sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Sabtu malam mulai pukul 20.00 WIB 22/08/2026 hingga selesai.

Dalang Ki Kondang dan diiringi kelompok karawitan Sasono Budoyo. Nguri-nguri budaya Adiluhung serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolsek menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat gotong royong. Kehadiran polisi di tengah warga melalui pendekatan seni budaya diharapkan mampu menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif serta mengajak Masyarakat untuk selalu menguri-uri budaya bangsa.

“Malam ini dalam memeriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Bhayangkara ke -80 serta PP Polri serta warga masyarakat menyelenggarakan gelaran wayang kulit semalam suntuk guna Menghibur warga Wuluhan,” kata Iptu Handoko Dhardak Saputro, S. H., M. H., Kapolsek Wuluhan

Baca juga :  Donor Darah Merdeka, Lapas Sidoarjo Wujudkan Semangat HUT ke-81 RI Melalui Aksi Kemanusiaan

Pihak Polsek Wuluhan digelarnya wayang kulit atau dalam bahasa Jawa disebut Ringgit Purwa bertujuan agar masyarakat menguri-uri budaya Indonesia khususnya budaya bangsa.

“Kita memilih menggelar Wayang Kulit, karena wayang kulit merupakan budaya leluhur yang wajib kita lestarikan dan jangan sampai budaya Indonesia terkikis.” pungkasnya.

Disatu sisi Jurnalis News Patroli mengkonfirmasi Ki Dalang Edi Siswanto Sabet Alap-alap. Mempertanyakan tentang keberadaan Budaya Adiluhung warisan nenek moyang Wayang kulit dikalangan pemuda.

“Yang jelas begini mas, karena bahasanya yang sulit dicerna oleh kalangan anak muda, sehingga anak muda bilangnya, wah itu tontonane wong kuno, padahal wayang itu warisan nenek moyang dan didalam wayang itu banyak tuntutan, nasihat atau pituah yang mengarah terhadap budi pekerti, jadi orang tua dulu itu mendidik kita sebagai penerus dan sebagai anak turun mengerti tata Krama, unggah ungguh kepada orang tua dan bagaimana unggah ungguh kepada yang lebih tua,” ungkap Mas Edi sapaan akrabnya.

Sedangkan peminat Wayang kulit sendiri dikalangan pemuda, di era yang serba modern ini sudah mulai ada greget.

“Untuk era sekarang peminat pemuda didunia wayang kulit mulai ada greget, karena kreativitas di Dalang, jadi supaya wayang ini dicerna oleh anak-anak muda si dalang tersebut juga menyesuaikan dengan bahasa yang tidak terlalu rumit.”tutupnya

Warga terlihat antusias menikmati jalannya cerita pewayangan hingga larut malam. Sebagai bentuk kepedulian Polri dalam melestarikan nilai-nilai budaya nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *