Mojokerto, News PATROLI.COM –
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Mojokerto pun mengadakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB se- Kota Mojokerto dengan sarasehan bertajuk “Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur”, yang dibuka oleh Pengurus DPW PKB Propinsi Jawa Timur Ibu Hj. Siti Mukiyarti, S.Ag, M.Ag, Senin malam dikantor DPC PKB Kota Mojokerto, (17 /8/2026)
Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00 malam di Kantor DPC PKB Kota Mojokerto tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PKB Kota Mojokerto sekaligus momentum regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan.
Ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pengurus DPC PKB Kota Mojokerto, jajaran Dewan Syuro, pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), serta pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kota Mojokerto.
Turut hadir anggota Fraksi PKB DPRD Kota Mojokerto yakni Ketua Fraksi H. Wahju Nur Hidajat, SH, MH, Wakil Ketua H.Hadi Prayitno, SH, Sekretaris Dra. Hj. Enny Rahmawati MSI dan Anggota Ahmad Athoillah ( Gus Athok).
Sarasehan sekaligus pembukaan Musancab berlangsung dalam suasana konsolidatif. Forum tersebut tidak hanya diarahkan untuk membahas pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali arah perjuangan partai di tingkat kecamatan dan ranting.
Ketua DPC PKB Kota Mojokerto H. Junaedi Malik, SE dalam arahannya menekankan pentingnya para Kader PKB Kota Mojokerto ini menjaga soliditas seluruh jajaran pengurus.
Dijelaskan oleh pria yang akrab disapa Gus Juned itu, bahwa kekuatan struktur organisasi merupakan salah satu modal utama bagi PKB Kota Mojokerto untuk menjalankan program politik sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.
“ Saya tekankan bahwa, Soliditas pengurus akan menjadi tulang punggung keberhasilan PKB Kota Mojokerto Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam kepengurusan harus tetap berada dalam satu barisan perjuangan,” ujar Gus Juned dalam arahannya.
Gus Juned pun menekankan bahwa proses Musancab tidak semestinya dimaknai sebatas pergantian atau pengisian struktur organisasi. ” Musancab harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh kader tetap bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat, jadi Musancab ini Bukan Sekadar Pergeseran Pengurus, ” tegas Gus Juned.
Sedangkan tujuan dan Agenda Musancab ini mengandung maksud, Menguatkan struktur organisasi partai hingga tingkat kecamatan atau ranting, sekaligus Menata mesin politik partai sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Sementara itu dalam sambutannya Ibu Hj. Siti Mukiyarti yang merupakan Pengurus DPW PKB Jawa Timur, yang bertugas mengawal jalannya Musancab PKB di Kota Mojokerto menegaskan pentingnya Musancab sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan partai.
Musancab disebutkan bukan sekadar kegiatan seremonial maupun momentum pergeseran personel pengurus. Forum tersebut diarahkan sebagai konsolidasi kekuatan, penetapan target pemenangan, serta pelurusan arah perjuangan partai agar menghasilkan kemenangan yang berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan.
Draf tersebut juga menempatkan DPAC dan ranting sebagai bagian penting dari kekuatan PKB. Struktur di tingkat kecamatan dan ranting menjadi ruang bagi kader untuk ditempa, bekerja di tengah masyarakat, mencari solusi, serta menghadirkan PKB secara nyata.
Tekad “PKB Naik Kelas” juga ditekankan agar tidak berhenti sebagai slogan. PKB didorong bergerak dari kegiatan seremonial menuju kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, serta dari kata-kata menjadi kerja nyata.
Selain itu, terdapat empat agenda besar yang perlu menjadi perhatian jajaran PKB, yakni memperkuat regenerasi kepemimpinan, memperkuat transformasi digital dan penguasaan ruang informasi, memulai kerja politik menuju Pemilu 2029 sejak sekarang, serta memperkuat sistem kaderisasi secara berkelanjutan.
Kaderisasi disebut sebagai jantung organisasi. Karena itu, DPAC diharapkan mampu menjadi ujung tombak yang melahirkan kader ideologis, loyal, kompeten, dan berintegritas.
Empat Pilar Politik
Dalam draf sambutan tersebut, jajaran PKB yang nantinya menjalankan kepengurusan di tingkat kecamatan juga diarahkan memegang empat pilar politik, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.
Politik kehadiran berarti kader harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika masa kampanye.
Sementara politik pelayanan mendorong struktur partai menjadi institusi yang membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan.
Adapun politik keteladanan menempatkan kader sebagai contoh melalui sikap santun, jujur, dan berintegritas. Sedangkan politik kepemimpinan mendorong kader agar berani memimpin gagasan dan menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing.
Seluruh kerja organisasi tersebut kata Bu Nyai Hj Siti Mukiyarti, pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat.
Setiap Orang Ada Masanya, kata Bu Nyai Hj Siti Mukiyarti, dan pergantian atau penyegaran kepengurusan tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan mengenai siapa mendapatkan posisi dan siapa yang tidak lagi berada dalam struktur.
Prinsip yang ditekankan adalah setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.
Dengan demikian, perubahan struktur hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi. Jabatan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk memperkuat perjuangan partai.
Bagi kader PKB, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang tidak lagi berada dalam posisi tertentu. Pengabdian tetap dapat dilakukan melalui berbagai ruang dan peran sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Karena itu, Musancab PKB Kota Mojokerto diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh kader.
Soliditas tersebut menjadi modal untuk memastikan PKB Kota Mojokerto ini tetap hadir di tengah masyarakat Kota Mojokerto mendengar aspirasi, memberikan pelayanan, serta mengawal kebijakan agar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.(Ton ).










