banner 700x256

Capaian Vaksinasi Kabupaten Dompu Urutan Ketiga di NTB

Pembagian masker gratis bagi pengguna jalan di pasar Wodi Desa Bakajaya kecamatan Woja, Senin, 14 Maret 2022
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB, Newspatroli.com

Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Dompu berhasil mengejar target capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua. Kabupaten Dompu bahkan berada di urutan kedua untuk realisasi vaksinasi dan urutan ketiga capaian dosis kedua.

Kendati capaian vaksinasi telah mencapai target, tim gugus tugas tetap harus menuntaskan target vaksinasi berikutnya dan mendorong masyarakat untuk t etap disiplin pada protokol kesehatan Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB saat dihubungi, Senin, 14 Maret 2022.IKLAN

“Target vaksinasi menjelang pelaksanaan MotoGP sudah berhasil kita capai. Sesuai instruksi Kapolri, agar kami mengejar minimal 80 persen capaian vaksin boster bagi masyarakat umum dan vaksin kedua bagi anak usia 6 – 11 tahun,” kata Maman.

Berdasarkan data laporan tim gugus tugas Provinsi NTB, dari rata – rata 96,11 persen capaian dosis pertama. Kabupaten Dompu berhasil mencapai 102,93 persen atau 179.573 orang, dan 86,77 persen dosis kedua atau 151.387 orang.

Soliditas tim menjadi kunci sukses Kabupaten Dompu mengejar target vaksinasi bisa mencapai target yang ditetapkan. Maman pun berharap, pola kerja ini bisa diwujudkan pada target – target program lain. Karena sektor kesehatan hanya sektor hulu dari pola hidup masyarakat sehari – hari. “Kita di Dikes ini hanya mengurusi hulunya, sementara hilirnya itu itu sektor lain. Maka kolaborasi dan sinkronisasi dalam menjalan kegiatan menjadi kunci sukses program,” terangnya.

Baca juga :  Wakapolda Sumut Kunjungi Polres Langkat, Fokus Perkuat Kepercayaan Publik

Ia pun berharap, penanganan stunting di Dompu bisa dilakukan seperti halnya mengejar target vaksinasi yang melibatkan semua stakeholder. Pada tahun 2021, kasus stunting Dompu menurun cukup drastis dari 18 persen menjadi 14 persen. “Ini capaian yang cukup luar biasa. Tapi kita masih miliki tanggungan 14 persen,” ungkapnya.

Penanganan stunting, tidak bisa hanya oleh Dinas Kesehatan. Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan menyebabkan tumbuh kembang anak tidak baik. Pemenuhan gizi menjadi tugas dan tanggungjawab lintas stakeholder. Dari faktor ekonomi, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Kita sangat berharap kasus pernikahan dini dapat ditekan. Kalaupun terpaksa menikah dini, agar keluarga bisa menunda kelahiran. Ketika terjadi pernikahan dini, potensi anak stunting tinggi,” ungkapnya.

Terkait kasus pernikahan dini di Dompu yang cukup tinggi dan ditandai permintaan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Dompu dan itu akibat dari pergaulan bebas. “Ini menjadi peran keluarga dalam mengontrol dan mendidik anak – anaknya,” katanya. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *