banner 700x256

Apresiasi Intelektual Gen Z, Romi Soekarno Dorong Pentingnya ‘Jiwa Merdeka’ Hadapi Tantangan Politik dan Teknologi

banner 120x600
banner 336x280

​Kota Blitar, NewsPATROLI.COM –

Tokoh nasional Romi Soekarno menyatakan rasa kagum dan antusiasmenya terhadap kapasitas intelektual generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z). Hal ini disampaikannya setelah terlibat dalam interaksi intensif bersama para pemuda selama dua hari terakhir guna membahas arah masa depan bangsa, digitalisasi, hingga dinamika politik nasional.

​Romi mengaku terkejut melihat kemampuan berpikir kritis para Gen Z yang mampu mengimbangi berbagai topik berat secara setara (peer-to-peer).

​”Saya cukup kaget, intelektual mereka ternyata bisa peer-to-peer dengan apa yang saya bicarakan. Terutama mengenai digitalisasi, pemilu, e-counting, hingga teknologi yang harus kita hadapi 10 tahun ke depan,” ujar Romi saat diwawancarai seusai kegiatan.

Selain melek teknologi, Romi menekankan pentingnya menanamkan “Jiwa Merdeka” sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Proklamator Bung Karno. Dalam konteks pemilu dan pesta demokrasi, menurutnya, Jiwa Merdeka adalah benteng utama pemuda agar tidak mudah diintervensi oleh tekanan ataupun iming-iming materiil jangka pendek yang justru merugikan masa depan mereka sendiri.

​”Jiwa merdeka itu tidak mempan dengan tekanan dan tidak mempan disogok. Kalau kita hitung, uang Rp100.000 jika dibagi untuk masa jabatan 5 tahun itu nilainya hanya nol koma sekian rupiah. Artinya, kalau mereka tergiur, mereka rugi sendiri,” tegasnya.

Baca juga :  Ditanya Soal OTT Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi: Sudah Saya Ingatkan Berulang Kali

​Mengingat porsi pemilih dari kalangan Gen Z yang sangat besar—mencapai 67 persen dari total pemilih—Romi menilai masa depan dan arah kebijakan Indonesia berada sepenuhnya di tangan generasi ini. Oleh karena itu, dukungan penuh harus terus diberikan agar mereka tumbuh menjadi penggerak bangsa yang mandiri secara prinsip.

​Ke depan, Romi berkomitmen untuk terus menggalakkan sosialisasi ini secara masif, baik di tingkat kota maupun kabupaten. Langkah ini dinilai krusial agar pemahaman politik yang sehat dan prinsip Jiwa Merdeka dapat mengakar kuat di benak generasi muda.

​”Kesimpulannya, saya senang sekali karena Gen Z ternyata tidak buta teknologi, mereka mengerti politik, dan bisa berinteraksi dengan saya dengan sangat baik. Kuncinya adalah konsistensi sosialisasi agar Jiwa Merdeka ini benar-benar mereka capai,” pungkas Romi.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *