Surabaya – News PATROLI.COM –
Badan Pusat Statistik BPS Propinsi Jawa Timur Senin, (2/10/2023) merilis Inflasi di Jawa Timur dengan 8 wilayah dengan Indeks Harga konsumen IHK mencapai 0,32%, lebih tinggi pada Bulan Agustus 2023 sebesar 0,11%.
“Beras dan Bahan Bakar Minyak BBM masih menjadi komoditas yang dominan dalam andil Inflasi September 2023.” jelas Fungsional Statistik Ahli Madya BPS Jawa Timur Umar Syarifudin.
Ia menyampaikan, inflasi komoditas beras mencapai 6,62%. “Tingginya harga beras dipengaruhi oleh penurunan luas panen, faktor cuaca, hingga penghentian ekspor beras oleh India.”ucapnya.
Dari 8 kota dengan IHK tercatat seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,72% dan terendah terjadi di Banyuwangi 0,05%.
Mahalnya harga beras juga dirasakan oleh Nita, pemilik warung makan Suroboyo. “Kalau harga naik sudah sebulan lalu. Tapi harga naik sekali ya akhir-akhir ini.”ujarnya. Ia mengaku dengan mahalnya harga beras, keuntungan yang didapatnya pun turun hingga 30%.
“Karena warung saya kan juga prasmanan. Jadi kalau ada yang ambil nasi banyak saya nggak bisa larang. Mau naikkan harga juga gimana.” ucapnya
Nita menambahkan, untuk mendapatkan beras dengan harga lebih murah, Ia membeli melalui operasi pasar yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. (Red)










