banner 700x256

BNN RI Apresiasi Komitmen Jawa Timur Perluas Desa Bersinar, Perangi Ancaman Narkotika hingga Akar Rumput

banner 120x600
banner 336x280

Surabaya – News PATROLI.COM –

Komitmen mendukung akselerasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia diwujudkan melalui kegiatan “Jatim Bersinar” yang digelar di Balai Budaya Komplek Balai Pemuda, Alun-Alun Kota Surabaya, Jumat (14/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan elemen masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Acara dihadiri Kepala BNNK se-Jawa Timur, mitra rehabilitasi, pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi, serta kepala-kepala desa Bersinar yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba di desa masing-masing. Hadir pula Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto S.I.K., M.H., dan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., yang memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat gerakan anti-narkoba hingga tingkat desa.

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Suyudi menegaskan bahwa deklarasi anti-narkoba tidak boleh berhenti pada seremoni semata. “Perangkat desa adalah ujung tombak. Jangan hanya sekadar nama Desa Bersinar. Yang paling penting adalah langkah nyata turun ke masyarakat, memberikan edukasi, dan membangun literasi tentang bahaya narkotika,” tegasnya.

Dari ratusan desa di Jawa Timur, saat ini telah terbentuk 265 Desa Bersinar, dengan target meningkat lebih dari 600 desa. Penguatan desa dinilai sebagai strategi penting membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Suyudi juga mengingatkan bahwa modus penyalahgunaan narkoba kini semakin beragam, termasuk dalam makanan ringan, rokok elektrik, hingga ratusan jenis narkotika baru yang masuk ke Indonesia.

Selain itu Peredarannya pun semakin terbuka, bahkan menyasar pesta hajatan dan dipamerkan melalui media sosial.

Sementara itu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menekankan bahwa upaya menjadikan Jawa Timur bebas narkoba harus dimulai dari desa. Ia mendorong para kepala desa untuk aktif melapor dan berani melawan bandar narkoba agar deklarasi anti-narkoba benar-benar menjadi gerakan nyata.

Baca juga :  YPP Al Kholiqi Bantah Keras Pemberitaan Rehabilitasi Pecandu Sabu, Tegaskan Informasi Media Tidak Sesuai Fakta

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya sinergi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, Indonesia, termasuk Jawa Timur, tidak hanya berpotensi menjadi negara transit, tetapi juga berisiko menjadi lokasi produksi narkoba.

“Jika kita ingin menyongsong Indonesia Emas 2045, langkah mitigasi, pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi harus dilakukan secara serius. Generasi muda perlu diselamatkan agar menjadi tulang punggung masa depan bangsa,” ujarnya.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu narkoba menegaskan kesiapan lembaganya mendukung program pemerintah dalam memperluas akses rehabilitasi berbasis masyarakat dan keagamaan.

“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Pendekatan keagamaan, kedisiplinan, serta pembinaan karakter menjadi fondasi agar residen memiliki kesadaran diri dan tekad kuat untuk tidak kembali pada penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ia menambahkan bahwa rehabilitasi harus dipandang sebagai proses pemulihan, bukan penghukuman.

“Pecandu narkoba adalah korban yang harus diselamatkan. Melalui program pembinaan terpadu mulai dari terapi spiritual, konseling psikososial, hingga pelatihan keterampilan kerja kami berupaya mengembalikan mereka menjadi pribadi mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan pemerintah, keluarga, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan proses ini,” tegasnya.

Kegiatan “Jatim Bersinar” ditutup dengan pembacaan deklarasi anti-narkoba, sebagai wujud komitmen kolektif seluruh elemen masyarakat Jawa Timur, mulai dari desa hingga pemerintah provinsi, dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika demi masa depan generasi bangsa. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *