Lamongan, Newspatroli.com
Siapapun akan trenyuh saat melihat ratusan anak yatim piatu yang baru saja ditinggal orang tuanya akibat terpapar Covid-19.
Namun, ternyata banyak juga yang menjadikan para anak yatim piatu ini sebagai anak angkatnya, atau membantu kebutuhan hidupnya, termasuk membiayai pendidikan mereka.
Ada yang juga ingin menyenangkan anak-anak yatim piatu tersebut dengan berbagai cara. Termasuk mengajaknya berlibur ke lokasi wisata.
Seperti yang dilakukan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono di momen Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 ini.
Sebanyak 150 anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Lamongan diajak berkunjung dan berwisata ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola), Jumat (17/9/2021).
Pada acara tersebut juga dilaksanakan pengangkatan orang tua asuh dalam Program Ditlantas Polda Jatim Satu Polantas Satu Anak Yatim (Sapa Saya).
Anak-anak yatim piatu ini diajak keliling untuk melihat dari dekat semua peliharaan yang ada di Mazoola.
Yuhronur, Miko dan Sidik adalah tiga pejabat yang membimbing anak-anak melihat semua wahana wisata yang ada di Mazoola. Tiga petinggi di Kabupaten Lamongan itu layaknya guide, menunjukkan apa saja wahana yang ada di Mazoola.
Baik Yuhronur, Miko maupun Sidik, terkadang terlihat matanya berkaca-kaca saat memandangi barisan 150 anak yatim piatu tersebut.
“Lihat mereka senangnya. Membantu anak yatim piatu termasuk fakir miskin menjadi kewajiban kita semua,” kata Yuhronur
Ia mengajak jangan pernah ada yang sampai menghardik mereka. Mereka perlu dibantu untuk menyongsong masa depan mereka.
Orang nomor satu di Lamongan ini bangga dengan program Polri yang diberlakukan bagi anggota Polantas yakni, satu polantas akan menyantuni satu anak yatim
Ia memberikan apresiasinya terhadap program Sapa Saya. Menurutnya, program mulia itu dapat membantu anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena pandemi untuk kembali bangkit dan tersenyum gembira.
“Ceria kembali,” katanya.
Hari ini dengan mengajak anak-anak yatim piatu ke Mazoola, juga diharapkan membangkitkan semangat mereka.
“Kami mengajak anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 untuk datang ke Mazoola. Kami ajak mereka berkeliling untuk menyenangkan mereka. Kebetulan Mazoola merupakan salah satu wisata outdoor yang dilakukan uji coba pembukaan untuk umum,” ungkapnya.
Dandim, Wakapolres Lamongan terketuk hatinya saat mendapati anak-anak yatim piatu korban Covid-19. Baik Yuhronur, Dandim maupun Wakapolres sama-sama masih memiliki anak usia sekolah dasar, anak seusia mereka.
Mereka mengajak semula elemen masyarakat yang mampu untuk berbagi kepada mereka anak yatim piatu dan fakir miskin.
“Mari bersama bertindak, jangan pernah tunda untuk membantu mereka, ” kata Miko.
Senada, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono mengharap semangat kebaikan tidak pernah kendor. Apalagi untuk urusan membantu pada sesama.
Tiga petinggi di Lamongan ini nampak dialog gayeng seperti sedang mengobrol dangan anaknya sendiri. Kerap mereka harus menggandeng tangan anak-anak tersebut saat menikmati semua wahan yang ada di Mazoola.
Sebaliknya, kegembiraan juga tergambar di wajah anak-anak yang masih lugu dan butuh perhatian tersebut.
Sementara itu, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Suprapto yang juga hadir melalui teleconference menyampaikan, bahwa program Sapa Saya ini dilaksanakan berkolaborasi antara lembaga masyarakat dan forum anak. Dan diharapkan program ini dapat meringankan beban hidup anak-anak yang ditinggal oleh orang tua mereka karena Covid 19.
“Jadi pada program ini, satu Polantas akan menyantuni satu anak yatim. Di Jawa Timur sampai dengan saat ini terdapat kurang lebih 7.000 anak yatim/piatu korban Covid 19. Harapannya dapat meringankan kesulitan hidup mereka, memberikan santunan agar mereka tetap optimis menatap masa depan,” ungkap Slamet Hadi Suprapto.
















