banner 700x256

Bupati Sidoarjo Sidak Jembatan Tarik, Kondisi Memprihatinkan dan Berisiko Tinggi

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap jembatan penghubung lintas kabupaten yang berada di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Dalam tinjauan tersebut, bupati melihat langsung kondisi fisik jembatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Jembatan yang menghubungkan Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto itu diketahui telah berusia tua. Kondisinya diperparah dengan struktur jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman. Bahkan, pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.

Sebagai langkah darurat, warga setempat sempat memasang tali rafia pada bagian jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. Upaya sederhana tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.

Baca juga :  Bupati Sidoarjo Ajak Pengusaha REI Perkuat Kepedulian Sosial untuk Anak Yatim

Menanggapi kondisi tersebut, Subandi menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini sangat vital sebagai akses penghubung antar kabupaten. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya, namun harus ditunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Seharusnya tahun kemarin jembatan ini dibangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proyek pembangunan jembatan akan kembali dijadwalkan pada tahun 2027. Pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun, sekitar bulan Maret hingga April.

“Karena ini jembatan penghubung antar kabupaten, akan segera kita bangun tahun 2027. Tentunya juga harus segera ada perbaikan,” tegasnya.

Selain rencana pembangunan, Subandi juga menyoroti pentingnya penanganan kondisi eksisting jembatan, termasuk normalisasi di sekitar area guna mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut.

“Yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.

Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto dapat semakin aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *