banner 700x256

Cerita Korban Tanah Longsor di Ponorogo

banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo, News PATROLI.COM
Ketika terjadi longsor di Kabupaten Ponorogo pada senin, (24/10/2022) dini hari itu. warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor kebanyakan sedang tidur.

“Ketika longsor terjadi, kebanyakan orang sedang tidur,” tutur Sumali, salah satu warga Dusun Petuk, Desa Talun. Selasa (25/10/2022).

Menurut Sumali, warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi longsor mengatakan, sebelum terjadi longsor jam 00.15 WIB itu, dirinya masih berjaga dan mendengar suara gemuruh selama kurang lebih 15 menit.

Lanjut Sumali, akibat longsor itu, pipa saluran air bersih yang selama ini memenuhi kebutuhan 50 Kepala Keluarga (KK) di lima RT yang ada di Desa Talun, Kecamatan Ngebel terputus.

“Yang kami order sekarang ini adalah air bersih,” ujar Sumali.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Talun Waroto, Dusun Petuk dan Dusun Krajan Sejak 2017 lalu sudah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai zona merah rawan longsor.

Dirinya juga sudah mewajibkan warganya terutama para lansia dan balita yang selama ini tinggal di kawasan rawan longsor untuk mengungsi.

“Sebenarnya kami sudah memrogramkan menanam menanam tanaman keras di daerah rawan longsor tapi butuh waktu lama untuk tumbuh besar,” ungkap Waroto. (but/marsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *