Gus Bang Kobarkan Api Perjuangan Ansor Jombang, Tegaskan Pentingnya Cinta dan Takzim kepada Ulama

banner 120x600
banner 336x280

Jombang – NewsPATROLI.COM –

Semangat menjaga tradisi keislaman dan memperkuat khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU) terus digaungkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jombang. Melalui kegiatan Rijalul Ansor, pembacaan Sholawat Nabi dan tasyakuran Hari Santri Nasional 2026, kader Ansor diajak mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan kecintaan terhadap ulama dan perjuangan para santri.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (31/10/2026) malam tersebut dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin, kawasan Alun-Alun Kabupaten Jombang. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri para alim ulama, jajaran pengurus PC GP Ansor Jombang, serta kader dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Hadir dalam kesempatan tersebut KH Rohmatul Akbar Rifai atau yang akrab disapa Gus Bang, bendahara PCNU Jombang, Gus Udin beserta jajaran, Gus Dalil, Sahabat Muklison, Taufiki Fakarudin atau Gus Fiki, Gus Fail, Gus Danil, Sekretaris PC Ansor Jombang Firzam, Sahabat Kasatsus Balantas, serta perwakilan PAC Ansor Kesamben, Peterongan, Mojoagung, Megaluh, Tembelang, dan Plandaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat Nabi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathon. Suasana religius dan nasionalisme berpadu dalam momentum kebersamaan tersebut.

Ketua Rijalul Ansor PC Jombang, Gus Didin, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperingati Hari Santri Nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap khidmah yang dilakukan selama ini menjadi jalan kebaikan. Semoga kelak di Yaumul Qiyamah kita diakui sebagai bagian dari santri para ulama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiki Fakarudin Asilahi, mengapresiasi kehadiran para kader dan menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.

Ia menyebut Gus Bang sebagai salah satu kader senior kebanggaan Ansor Jombang yang pernah memimpin Rijalul Ansor sebelum didorong untuk mengemban amanah di PCNU.

Menurutnya, kader Ansor tidak perlu berkecil hati dalam berkhidmah. Kunci untuk meningkatkan kualitas dan jenjang pengabdian organisasi adalah aktif, hadir, serta mengambil bagian dalam setiap kegiatan yang membawa kemaslahatan.

“Kalau ingin naik derajat, sering-seringlah ketok atau terlihat. Kegiatan Ansor terlihat, kegiatan NU juga hadir. Insyaallah akan ada peningkatan dalam pengabdian. Tetapi, hadirnya harus membawa manfaat, bukan justru merepotkan,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan rutin keagamaan seperti Rijalul Ansor harus terus dijaga agar menjadi tradisi yang istiqomah di kalangan kader.

Puncak acara diisi tausiyah oleh KH Rohmatul Akbar Rifai atau Gus Bang. Dengan gaya penyampaian yang santai, diselingi humor dan nasihat mendalam, Gus Bang mengajak kader Ansor untuk terus mendekatkan diri kepada ulama serta menjaga kesetiaan dalam berkhidmah kepada NU.

Dalam ceramahnya, ia mengibaratkan Banser sebagai pasukan khusus NU yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga organisasi. Ia menegaskan bahwa pengabdian kader yang istiqomah, tulus membantu kegiatan keagamaan, serta menghormati ulama merupakan bagian dari perjuangan yang patut dijaga.

Gus Bang juga mengingatkan bahwa perjuangan generasi sekarang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu para pejuang berjuang melawan penjajah, maka tantangan kader Ansor saat ini adalah melawan kemiskinan dan kebodohan.

“Perang kalian sekarang bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan dan kebodohan. Ilmu bisa mengangkat kehidupan keluarga, sedangkan kebodohan dapat merusak kehormatan dan masa depan. Karena itu, jangan pernah berhenti mengaji dan menuntut ilmu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Bang mengajak seluruh pengurus dan kader NU untuk senantiasa takzim kepada kiai, mencintai ulama, serta memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik.

Menurutnya, kedekatan dengan ulama menjadi salah satu jalan memperoleh keberkahan hidup. Ia juga mengingatkan agar kader tidak meninggalkan tradisi mengaji, meskipun kegiatan tersebut hanya berlangsung sederhana dengan fasilitas seadanya.

“Yang penting bisa berkumpul dan mengaji. Jangan sampai jauh dari kiai dan ulama. Orang yang mau berkhidmah, istiqomah mengaji, serta menjaga hubungan dengan para ulama, insyaallah hidupnya akan lebih berkah dan bermanfaat,” pesannya.

Ia turut mengajak kader Ansor untuk meneladani perjuangan para pendahulu NU yang berjuang dengan pengorbanan besar demi menjaga keberlangsungan organisasi.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Gus Fahmi, kemudian dilanjutkan ramah tamah dan makan bersama. Kebersamaan tersebut menjadi penutup penuh kehangatan sekaligus mempererat tali persaudaraan antarkader Ansor Jombang.
Abin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *