Jember – News PATROLI.COM –
Pemerintah Desa (Pemdes) Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan langsung Kepala Desa Lojejer, Mohamad Sholeh, SH., MSi., NLP., Pemdes meluncurkan program inovatif bertajuk “Kades Sambang Pawon”.
Program yang diinisiasi oleh Kades Lojejer melibatkan tiga pilar desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran RT/RW, kader PKK, Posyandu, Babinsa , Bhabinkamtibmas hingga Satgas Kemiskinan, turun langsung bersama Ketua Tim Penggerak PKK Desa Lojejer Atik Rosikoh Widyasri tak lain istri Kepala Desa Lojejer datangi rumah ke rumah untuk meninjau langsung kondisi dapur warganya.
Melalui obrolan santai di dapur, sekat birokrasi yang kaku sengaja dipangkas agar masyarakat prasejahtera merasa lebih leluasa menyampaikan berbagai keluh kesah mereka.
Berbagai persoalan yang diserap mencakup ketahanan pangan keluarga, akses layanan kesehatan gratis, pemenuhan dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk), hingga penanganan anak putus sekolah.
“Program ini dirancang khusus untuk mengamati secara langsung kondisi riil ekonomi dan kesehatan masyarakat, khususnya terkait kecukupan gizi warga,” ujar mas Sholeh sapaan akrabnya.
Tidak sekadar mendengarkan keluhan, program Kades Sambang Pawon langsung mengeksekusi solusi di lapangan menggunakan sistem jemput bola. Pemdes menyalurkan stimulus berupa paket bahan pangan bergizi kepada sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 12 RW di seluruh wilayah Desa Lojejer.
Selain itu, Pemdes bekerja sama dengan tenaga medis Puskesmas Lojejer untuk mendatangi warga yang sakit namun terkendala biaya berobat ke fasilitas kesehatan. Aksi nyata ini sekaligus mendukung program Homecare Bupati Jember. Bagi warga kurang mampu yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), pemerintah desa akan memfasilitasi penerbitannya secara cuma-cuma.
Sementara itu, anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya turut didata agar dapat difasilitasi oleh pihak Pemdes untuk kembali mengenyam pendidikan.
Kades Sholeh menegaskan bahwa gerakan sosial ini bersifat berkelanjutan. Jajaran RT dan RW setempat telah diinstruksikan untuk proaktif memfasilitasi pemenuhan bahan pangan apabila di kemudian hari ditemukan warga yang kehabisan stok logistik utama.
“Program ini akan berjalan rutin guna menjaga interaksi erat antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga pembangunan desa ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran demi kesejahteraan warga,” pungkasnya.
















