banner 700x256

Idul Fitri 1444 H, Bupati dan Wabup Mojokerto Sholat Terpisah di Dua Tempat

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – NEWS PATROLI.COM

Momen hari raya idul fitri 1444 Hijriyah/2023 tahun ini bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak seperti tahun sebelumnya.

Jika Sholat Idul Fitri tahun 2022 lalu Bupati Mojokerto dr Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Mojokerto Dr. Muhammad Albarra LC. M. Hum jadi satu sholatnya, tapi tahun 2023 Petinggi di Kabupaten Mojokerto itu sholat Ied nya terpisah, Bupati Ikfina didampingi Sekretaris Daerah Drs. Teguh Gunarko melaksanakan sholat Ied di Masjid Darussalam Desa Gemekan Sooko ( Masjid MADASA GEMEKAN ). Sedangkan Gus Barra Sholat Idul Fitri di Masjid Nurul Hidayah Desa Moiokumpul Kemlagi.

Warga Kabupaten Mojokerto khususnya Desa Gemekan dan sekitarnya sangat antusias melaksanakan salat idul fitri, pada Sabtu (22/4) pagi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jemaah yang salat di Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko. Tampak semua titik di seluruh bagian masjid terisi penuh oleh para jemaah.

Pada pelaksanan salat idul fitri tahun 2023 ini, dihadiri Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Forkopimda, Assisten, Staf Ahli, Kepala Kemenag, Kepala OPD, Camat, Forkopimca Sooko. Kehadiran Bupati Ikfina ini pun disambut hangat oleh masyarakat yang hadir untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Agung Darussalam ini.

Sebelum melaksanakan sholat idul Fitri,dalam momen ini Bupati Ikfina menyerahkan bantuan Hibah Rp.5 miliar kepada ketua Yayasan masjid Agung Darussalam.

Dalam sambutannya dihadapan masyarakat, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menyampaikan selamat Idul Fitri Tahun 1444 H-2023 M.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, 1 syawal 1444 Hijriyah, taqobalallahu minnaa wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto itu juga mengingatkan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, sehingga segala rongrongan maupun upaya yang akan menjerumuskan pada kerugian. Tak hanya itu ia mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai isu-isu yang tidak benar dan segala hal yang dapat merugikan diri, keluarga, dan masyarakat. Terlebih, saat ini mendekati tahun politik atau pemilu serentak 2024.

“Saya berharap semua tetap bisa menjaga kondusifitas bersama. Walaupun ada perbedaan pilihan, ada perbedaan pendapat, jangan mengorbankan persatuan dan kesatuan,” ucap Bupati Ikfina menutup sambutannya..

Baca juga :  Bupati Gus Barra Resmikan Media Center, Ruang Jurnalis sebagai Simbol Keterbukaan Informasi

Sementara itu ditempat terpisah,
Wakil Bupati Mojokerto H. Muhammad Al Barra atau Gus Barra menjadi khatib dan imam salat Idul Fitri 1444 Hijriyah di Masjid Jamik Nurul Hidayah Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan sholat hari raya Idul Fitri atau sholat Ied yang dihadiri ribuan jamaat itu, Gus Barra menyampaikan khutbah tentang pentingnya menyambung tali silaturahmi. Dalam momentum Idul Fitri 1444 H, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjalin tali silaturami dengan keluarga kandung, kerabat, tetangga dan sesama saudara Muslim.
“Menyambung tali silaturrahmi diantara kita sangatlah penting. Bahkan, Allah SWT melalui Nabi Muhammad memberikan ancaman bagi orang orang yang sengaja memutuskan tali silaturahmi. Sabdanya : (لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ).

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi. Adapun firman Allah Swt: “Allah tidak akan mengundur kematian seseorang jika memang ajalnya telah tiba dan bila mau menyambung silaturahmi, maka akan diperpanjang umurnya,” ucap Gus Barra dalam Khotbahnya.

Menurut Gus Barra, momen lebaran 1444 H ini, melaksanakan silaturahmi merupakan saat yang tepat untuk mempererat hubungan persaudaraan dan persahabatan, serta berbagi kebahagian bersama. Dari ayat-ayat Al Qur’an dan hadits, menjalin tali silaturahmi ini dapat membawa berbagai hikmah dalam kehidupan. Silaturahmi merupakan sebuah perintah dari Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Disamping itu, momen silaturahmi bisa digunakan untuk menolong kerabat yang mungkin membutuhkan bantuan. Allah tentunya menjanjikan pahala yang besar, berupa keberkahan harta, bagi mereka yang membantu sesama, bahkan lebih melimpah.

“Disamping memperkuat silaturahmi, Kita juga diperintahkan melaksanakan ketakwaan. Namun tidak hanya diperintahkan melaksanakan ketakwaan untuk diri kita sendiri saja, kita juga diperintahkan untuk bersodakoh maupun kegiatan sosial untuk menguarkan zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan harta yang dikeluarkan seseorang, di mana harta tersebut merupakan hak Allah SWT yang diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Zakat Fitrah di dalamnya terdapat harapan meraih keberkahan, mensucikan jiwa dan menumbuhkan kebaikan-kebaikan,” harap Gus Barra.

Dalam kutbah tersebut, Gus Barra juga menuturkan kisah zaman nabi, pada saat itu Nabi Muhammad Saw mengangkat anak dari orang tuanya yang mati sahid saat perang melawan kaum kafir. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *