banner 700x256

Kakorlantas Paparkan Arah Baru Korlantas Polri, Fokus pada Keselamatan Jalan yang Berkelanjutan

banner 120x600
banner 336x280

Jakarta – News PATROLI.COM –

Korlantas Polri menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan tidak lagi bertumpu pada program jangka pendek maupun langkah insidental. Di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, institusi ini kini mengerahkan seluruh upaya untuk membangun sistem keselamatan lalu lintas yang berkesinambungan.

Irjen Agus menegaskan bahwa upaya membangun keselamatan membutuhkan konsistensi, tujuan yang terarah, serta hubungan yang terus terjalin antara aparat dan masyarakat. Ia menilai keselamatan harus menjadi nilai yang hidup dalam keseharian pengguna jalan, bukan sekadar target operasional.

“Keselamatan harus dipahami sebagai cara pandang bersama. Proses ini memerlukan investasi jangka panjang, di mana sapaan, dialog, dan pelayanan menjadi instrumen utama untuk membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih baik,” ujar Irjen Agus, Rabu (18/2/2026).

Salah satu langkah strategis dalam mewujudkan keselamatan berkelanjutan tersebut diwujudkan melalui program unggulan Irjen Agus, yakni ‘Polantas Menyapa dan Melayani’. Program ini disebut bukan hanya pendekatan komunikasi, melainkan bagian dari perubahan nilai dalam pelayanan.

Apabila sebelumnya keberhasilan kerap diukur dari kelancaran arus lalu lintas secara sesaat, kini parameter itu diperluas dengan menitikberatkan pada perubahan perilaku kolektif masyarakat. Dengan pendekatan humanis, petugas di lapangan diharapkan mampu menghadirkan pengalaman positif yang memperkuat kepercayaan publik.

“Ketika petugas hadir dengan sikap profesional dan menghargai melalui program Polantas Menyapa dan Melayani, masyarakat memperoleh pengalaman yang memperkuat trust. Pengalaman harian itulah yang menjadi fondasi budaya keselamatan yang kuat dan alami,” jelasnya.

Baca juga :  Penambahan Petugas Haji, Polri Nyatakan Siap Penuhi Kebutuhan untuk Layani Jamaah Haji

Kepercayaan Publik Jadi Kunci Inovasi Teknologi

Irjen Agus turut menekankan hubungan antara aspek sosial dan penerapan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti sistem ETLE tidak akan optimal tanpa kesiapan sosial serta dukungan masyarakat.

Masyarakat yang memiliki kepercayaan terhadap institusi dinilai lebih mudah menerima pembaruan maupun kebijakan baru. Karena itu, pendekatan humanis yang diterapkan saat ini dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam transformasi berbasis teknologi.

“Teknologi dan kebijakan tidak akan efektif tanpa dukungan publik. Interaksi yang kita bangun hari ini melalui pelayanan yang manusiawi adalah investasi agar setiap kebijakan baru di masa depan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambah Irjen Agus.

Selain pembenahan di sisi eksternal, Korlantas Polri juga melakukan penguatan internal. Pembinaan personel diarahkan pada peningkatan etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Irjen Agus berharap capaian Korlantas tidak hanya diukur melalui statistik penurunan angka kecelakaan, tetapi juga melalui nilai dan warisan pelayanan yang ditinggalkan. Pelayanan yang konsisten, tegas, dan humanis diharapkan mampu bertahan melampaui masa kepemimpinan tertentu.

“Kinerja tidak hanya diukur dari capaian saat ini, tetapi dari nilai yang kita tanamkan. Kami ingin memastikan bahwa upaya menjaga perjalanan hari ini adalah bagian dari menata masa depan keselamatan nasional yang lebih cerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *