Bondowoso, News PATROLI.COM
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Jember melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester I Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi, pengawasan, dan efektivitas pengelolaan sumber daya hutan.
Kegiatan diawali monitoring lapangan selama tiga hari di wilayah kerja CDK Jember, dilanjutkan evaluasi di Kantor Perum Perhutani KPH Bondowoso. Monitoring dilakukan untuk memperoleh data dan informasi faktual mengenai kondisi lapangan, perkembangan kegiatan kehutanan, capaian program, serta berbagai kendala yang memerlukan tindak lanjut.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir S.Hut. didampingi Wakil Administratur Bondowoso Selatan, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, serta Kepala Sub Seksi Perencanaan. Sementara dari CDK Wilayah Jember hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jember, Kepala Seksi Tata Kelola Usaha Wijianto S.P., M.M. bersama Tim Monev CDK Jember.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir menyampaikan bahwa Monev merupakan instrumen penting dalam memastikan pelaksanaan kegiatan kehutanan berjalan sesuai perencanaan, ketentuan teknis, dan prinsip tata kelola hutan berkelanjutan.
“Monitoring lapangan menjadi dasar penting untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan kondisi faktual. Melalui evaluasi bersama, capaian, kendala, dan potensi dapat diidentifikasi secara objektif sehingga menghasilkan langkah perbaikan yang tepat sasaran dan terukur,” ungkap Misbakhul.
Ia menegaskan, pengelolaan hutan tidak semata berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga harus menjamin kelestarian sumber daya hutan, produktivitas, perlindungan dan pengamanan hutan, serta manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat.
“Sinergi antara Perhutani dan CDK Jember perlu terus diperkuat melalui koordinasi teknis, pertukaran data, serta pengendalian kegiatan di lapangan. Kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Tata Kelola Usaha CDK Wilayah Jember, Wijianto, menyampaikan bahwa Monev menjadi sarana strategis untuk mengevaluasi implementasi program sekaligus menyelaraskan perencanaan kehutanan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
“Monitoring lapangan memberikan data dan informasi faktual sebagai dasar evaluasi. Dengan melihat langsung kondisi lapangan, kita dapat menilai kesesuaian antara rencana dan realisasi, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang memerlukan penanganan bersama,” jelas Wiji.
Ia menambahkan, hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan tindak lanjut yang lebih terarah, sehingga pelaksanaan pembangunan kehutanan dapat berjalan efektif, adaptif, dan tetap berorientasi pada prinsip kelestarian.
Melalui Monev Semester I Tahun 2026, Perhutani KPH Bondowoso dan CDK Wilayah Jember menegaskan komitmen memperkuat sinergi kelembagaan dalam mendukung pengelolaan hutan yang profesional, produktif, akuntabel, dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga keseimbangan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi. (Dedy)










