Malang, NewsPATROLI.COM —
Menjadi momentum penting bagi para tenaga profesional pengelola dapur SPPG di seluruh Jawa Timur. Rakorwil (Rapat Koordinasi Wilayah) PCEMI se-Jawa Timur resmi digelar di Lawang, Kabupaten Malang, pada hari Sabtu 24 Oktober 2026 dihadiri langsung oleh Ketua Umum PCEMI, Chef Dani DW, jajaran pengurus DPP Pusat, DPW Jawa Timur, serta para Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Rakorwil ini digelar dengan tujuan strategis: mengakomodir aspirasi seluruh pengurus se-Jawa Timur sekaligus menyelaraskan kebijakan Makan Berbagi Gizi (MBG) secara nasional. Dengan demikian, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dapat senantiasa berjalan sejalan dengan arahan dan perubahan kebijakan dari pusat.
Lebih dari sekadar koordinasi, PCEMI hadir untuk menjembatani para chef di Indonesia agar tidak tertinggal informasi kebijakan. Yang paling mendasar, organisasi ini berkomitmen kuat memastikan para chef tidak selalu dijadikan pihak yang disalahkan atau kambing hitam setiap kali terjadi permasalahan di SPPG, khususnya kasus keracunan.
Ketua Umum DPP PCEMI, Chef Dani DW, menegaskan posisi dan komitmen organisasi di hadapan seluruh peserta.
“Kami tetap mencintai pekerjaan kami sebagai chef pekerjaan yang menjadi tumpuhan anak bangsa. Kami bertanggung jawab sepenuhnya agar anak Indonesia tumbuh dalam keadaan sehat. Kami mendukung penuh program MBG Pemerintah,” ujar Chef Dani DW
“PCEMI Wilayah Jawa Timur memantapkan diri sebagai mitra dan pelengkap program Pangan Bergizi Nasional, demi terwujudnya keamanan pangan anak Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta Rakorwil, Chef Jazuli , menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pertemuan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mempertegas status profesional para chef di SPPG.
“Rakorwil Jatim ini sangat baik sekali. Kita jadi saling mengenal, bertukar informasi, dan mempererat persaudaraan sesama chef. Hal terpenting, kami semakin mantap bahwa chef di SPPG bukan sekadar relawan, melainkan sebuah profesi yang patut dihargai dan kami memiliki lisensi resmi dari BNSP,” ungkap Chef Jazuli dengan semangat.
Rakorwil ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat agar sinergi antara pusat dan daerah berjalan harmonis, kebijakan dipahami dengan benar, dan peran para chef semakin dihargai serta terlindungi di tengah masyarakat.(tri)











