banner 700x256

SDN di Pecoro Rambipuji Disegel Ahli Waris, Ratusan Siswa Tertahan di Luar Sekolah

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Siswa SDN Pecoro 02 kecamatan Rambipuji tak bisa masuk kelas karena sekolah disegel ahli waris
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Pecoro 02 kecamatan Rambipuji KabupatenJember Jawa Timur,terpaksa tertunda lantaran gedung sekolah disegel dengan bambu oleh ahli waris dengan memasang spanduk bertuliskan “Lokasi sengketa ditutup dan dilarang ada kegiatan apapun didalamnya tanpa seijin ahli waris” dan seterusnya di pintu Gerbang  sekolah  tersebut

Akibat penutupan  lembaga pendidikan Sekolah Dasar Negeri Pecoro 02 kecama.tan Rambipuji diduga dari pihak ahli waris,ratusan siswa terancam tidak bisa mengikuti pelajaran,saat itu juga kebetulan wali murid yang mengantarkan anaknya sekolah memaksa kepada pihak sekolah dikawal dan didampingi oleh Ormas Laskar Tawang Alun dan disaksikan  oleh pihak Kepolisian sektor Rambipuji,Koramil Rambipuji serta satuan Polisi Pamong praja kecamatan Rambipuji untuk dibuka agar anaknya bisa kembali belajar di sekolah tersebut.

Akibat di segelnya sekolah tersebut membuat siswa serta wali murid dan dewan guru khawatir juga tidak tenangya proses belajar mengajar,mereka berharap masalah ini cepat diselesaikan.

Baca juga :  Bupati Bojonegoro Sekolah Rakyat Pendidikan Berkarakter , Membetuk Generasi Tangguh Meraih Masa Depan Lebih Baik

Ninis Selaku Guru di SDN Pecoro 02 mengatakan lewat pesan suara wa nya pada awak media News Patroli, “Sebelumnya penyegelan belum pernah hanya saja pemasangan banner Himbauan dari ahli waris dan tadi padi anak didik kami sebanyak dua ratus enam puluh tujuh sempat tertahan tidak bisa masuk Sekolah akibat penyegelan sekitar satu jam dari setengah tujuh sampai setengah delapan pagi hal tersebut menyebabkan kekhawatiran wali murid dan siswa”tuturnya.

Selanjutnya Ninis juga berharap sebagai Guru yang merupakan tonggak penting dalam pemerintahan yang ikut mencerdaskan anak bangsa menyampaikan, “Selanjutnya harapan kami sebagai guru hal ini tidak terulang lagi dan segera diselesaikan masalah ini supaya tidak menyebabkan kekhawatiran bagi Siswa,bagi wali murid dan juga guru yang berada didalam sekolah”, keluhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *