Jember – News PATROLI.COM –
Niat berlibur dan menikmati keindahan panorama pantai Payangan Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu kabupaten Jember Jawa Timur berubah menjadi duka yang mendalam. Seorang wisatawan Kakak dan Adik asal Desa Suci Kecamatan Panti. Dilaporkan hilang diduga terseret ombak besar di Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Sabtu 30/5/2026. Sekira pukul 14.30 wib. Korban hingga hari ke dua masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa na’as ini bermula ketika korban bersama rombongan keluarganya tiba di kawasan pantai Payangan sekitar pukul 13.00 wib. Saat itu, kedua korban kakak beradik, Barokatul Hidayat dan adiknya Rifki Abdulloh sedang mandi dilaut, tiba tiba datang ombak besar menyeret kakak beradik ke tengah laut dan tenggelam.
Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan dari Basarnas, Relawan SAR Rimba Laut, BPBD, TNI, Polri, diterjunkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai dan menggunakan perahu karet di sekitar titik hilangnya korban.
Hingga berita ini diturunkan, Pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperluas radius penyisiran.
“Pada hari ini Minggu 31 Mei 2026 dihari kedua tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban terseret ombak pantai Payangan, oprasi pencarian kami lakukan mulai pukul kosong Delapan titik kosong kosong pagi, diawali dengan breafing dan pembagian SRU dan terbagi dalam tiga SRU” ucap, S. Jefri, Selaku Koordinator Basarnas Pos Jember. Lebih lanjut S. Jefri mengatakan dalam wawancaranya.
“Kita lakukan pencarian dengan jarak dua koma satu nauticel mile, dua koma dua nauticel mile dan dua koma tiga nauticel mile. Dengan satu perahu karet milik Basarnas, satu perahu karet milik BPBD dan satu perahu jukung milik relawan SAR Rimba Laut serta kita melakukan optimalisasi penyisiran disepanjang pantai dengan jarak dua koma tujuh kilometer dan hingga saat ini korban dinyatakan masih dalam pencarian” pungkasnya.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi rambu-rambu peringatan bahaya dan tidak berenang di zona yang dilarang, mengingat cuaca perairan yang kerap tidak menentu.










