Lampung Utara – News PATROLI.COM –
Komitmen dalam mendukung program pemerintah dan memajukan ekonomi daerah ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dee’na Khjey & Ashima Abung Timur.
Unit teknis yang bernaung dalam institusi Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memproduksi dan mendistribusikan makan bergizi gratis ini berlokasi di Dusun Dorowati, Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.
SPPG Dee’na Khjey & Ashima Abung Timur secara aktif menggerakkan roda perekonomian desa dengan memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pelaku usaha dan petani lokal.
Menurut keterangan yang disampaikan Kepala SPPG Dee’na Khjey & Ashima Abung Timur, Tria Nur Fajriyanti, S.Pd., langkah ini diambil bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah, namun juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produktifitas UMKM, BUMDesa, serta para petani di sekitar wilayah kerja.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyerap hasil produksi warga sekitar. Ini bentuk kepedulian kami agar ekonomi di desa tetap berputar dan para petani serta pelaku usaha lokal semakin termotivasi,” ujar Tria Nur Fajriyanti, Kamis, 16 April 2026, di ruang kerjanya.
Dalam implementasinya, lanjut Tria, SPPG ini menggandeng berbagai mitra strategis, antara lain BUMDesa Mulya Abadi Desa Mulyorejo II, Kecamatan Bungamayang, sebagai penyedia utama telur bebek. Petani Lokal Hortikultura warga Dusun Dorowati, Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur. Juga, petani Lokal Bambang warga Desa Penagan Hanyjaya, penggiat pertanian Hidroponik di Kecamatan Abung Timur.
“Dengan pola kemitraan ini, kualitas bahan pangan yang diterima sekolah terjamin kesegarannya, sekaligus membantu memasarkan hasil karya anak bangsa di tingkat daerah,” terangnya.
Manfaat Luas Bagi Ribuan Siswa dan Warga
Program penyerapan produk lokal ini berdampak besar bagi seluruh warga sekolah. Total penerima manfaat mencapai 3.209 orang, yang terdiri dari 2.192 siswa dan 1.017 warga binaan lainnya (B3).
Melalui langkah strategis ini, SPPG Dee’na Khjey & Ashima Abung Timur membuktikan bahwa dunia pendidikan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan daerah, menciptakan sinergi positif antara institusi pendidikan dengan masyarakat desa, serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. (*)
















