banner 700x256

Sambut Ramadhan, Pemda Dompu Gelar Pawai Obor

Bupati Dompu, Kader Jaelani bersama Sekda Dompu, Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM, MMKes saat pawai obor, Jumat, 1 April 2022
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB, Newspatroli.com

Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu menggelar pawai obor di seputar kota Dompu untuk menyambut bulan suci ramadhan bagi umat Islam. Bulan yang penuh keberkahan ini diharapkan dapat diisi dengan perbanyak amal ibadah dan meningkatkan toleransi antar umat beragama maupun inter umat beragama.

Bupati Dompu, Kader Jaelani memimpin langsung pawai obor bersama Sekda Dompu, Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM, MM.Kes pada, Jumat, 1 April 2022. Pawai obor mengambil titik star di jalan Beringin depan kantor Bupati Dompu ini juga diikuti oleh anggota FKPD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota masyarakat.IKLAN

Dalam sambutannya, Bupati Dompu mengharapkan, ramadhan tahun 1443 H / 2022 ini dapat diisi dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, tuhan yang maha Esa serta tenggang rasa kepada sesama. Karena orang yang berpuasa tidak hanya harus menahan makan dan minum pada waktu yang ditentukan, tapi juga dituntut menahan diri dari segara perilaku hawa nafsu. Sebaliknya, di bulan ramadhan didorong perbanyak amal perbuatan. Semua itu dilakukan atas dasar kesadaran mendapat pengawasan dari Allah, tuhan yang maha esa.

Baca juga :  Kades Sena Dituding Cuek, Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Security Sport Center Tuai Sorotan Keras

Selama ramadhan, Bupati mendorong penjual makanan dan yang tidak melaksanakan ibadah puasa untuk bisa menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Seperti tidak makan minum di depan orang berpuasa, menjaga ketertiban dan keamanan. “Sehingga saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat beribadah dengan khusu’,” katanya.

Kader Jaelani juga mengajak, perbedaan awal ramadhan antar kelompok umat Islam dapat dihargai. Karena semuanya memiliki dasar dan pijakan yang diatur. “Perbedaan ini sudah hal biasa, tapi jangan sampai perbedaan ini terus diperuncing dan menimbulkan perpecahan,” harapnya. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *