banner 700x256

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Bupati Grobogan Minta Disperindag Turun Pantau Ketersediaan Minyak Goreng

Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta jajarannya rapat koordinasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah
banner 120x600
banner 336x280

Grobogan-JATENG, Newspatroli.com

Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah di tahun 2022 ini.

Kegiatan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Ruang Wakil Bupati Grobogan, pada Selasa 12 April 2022.

Hadir Bupati Grobogan Sri Sumarni yang memimpin jalannya rapat koordinasi tersebut. Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Bambang  Pujiyanto, Wakapolres Kompol Samsu Wirman, perwakilan Kodim 0717 Grobogan, dan Sekda Mohamad Soemarsono.

Selain itu, hadir pula Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto dan jajaran kepala OPD terkait yang mengikuti secara online maupun offline.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Grobogan Sri Sumarni membahas terkait laporan mengenai minyak goreng, progress perbaikan jalan penghubung Gubug – Kedungjati, persiapan Pos Pam Lebaran hingga stok darah di PMI Grobogan.

Pada rapat itu, Sri Sumarni meminta kepada jajarannya, termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pradana Setyawan untuk turun ke bawah melihat langsung kondisi di lapangan.

“Saya minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus turun ke bawah melihat ke lapangan karena harga minyak goreng terlalu jauh,” tegas Sri Sumarni.

Menurut Sri Sumarni, pihaknya mendapatkan laporan bila minyak goreng curah yang harga normalnya sekitar Rp14 ribu hingga Rp15,5 ribu per liter namun mencapai Rp19-20 ribu per liternya.

Sri Sumarni menegaskan harga pasaran untuk minyak goreng tersebut sudah jelas melebihi HET yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga :  Langkah Pasti Reformasi Birokrasi, Kantor Imigrasi Singaraja Meraih Penghargaan WBBM

Pasalnya, minyak goreng saat ini merupakan isu nasional yang tidak hanya terjadi di Kabupaten Grobogan saja.

Meski menjadi isu nasional, pihaknya menegaskan agar Disperindag Grobogan turun ke lapangan untuk memantau ketersediaan pasokan dan harga minyak goreng, terlebih menjelang  Idul Fitri 1443 Hijriyah nanti.

“Kendati demikian Disperindag Grobogan tetap harus turun untuk memantau ketersediaan dan harga minyak goreng. Agar kebutuhan di masyarakat tercukupi apalagi menjelang Lebaran,” harap Sri Sumarni.

Sementara itu, Kepala Disperindag Grobogan, Pradana Setyawan mengungkapkan, ketersediaan minyak goreng di wilayah ini tergantung pada pemasoknya.

Saat ini, ada 7 pemasok yang mendistribusikan minyak goreng curah di beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan. Hanya saja, mereka juga terkendala pasokan.

“Agen-agen di Grobogan kesulitan untuk menebus minyak goreng karena ketersediaan terbatas, ini menjadi penyebab harga tinggi,” tukas Danis, sapaan karabnya.

“Selain itu, operasi pasar ada penugasan dari pemerintah untuk tingkat agen dan kios tidak boleh konsumen secara langsung,” tambah suami dari Lusia Indah Artani ini.

Menurut Danis, pihaknya juga akan kembali menggelar pasar murah dan rencananya akan bekerja sama dengan agen dan kios untuk menjual minyak goreng dengan harapan masyarakat tidak perlu panik lantaran masih ada pasokan minyak goreng.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *