Kota Blitar, Newspatroli.com
DPRD Kota Blitar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pendapat umum fraksi DPRD terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2021 dan Raperda tentang Pengarusutamaan Gender serta penyampaian tanggapan/jawaban Walikota atas pandangan umum fraksi. Rapat dihadiri Walikota Blitar dan diikuti seluruh OPD Kota Blitar di Graha Paripurna DPRD Kota Blitar, Senin (06/06/2022).
Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim menjelaskan bahwa ada empat fraksi yang memberikan pandangan terkait pertanggungjawaban Pemkot Blitar terhadap APBD tahun 2021. Diantaranya Fraksi Indonesia Bersatu, Fraksi PPP, Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Fraksi PDIP.
Menururnya, keempat fraksi ini memandang perlu adanya pemaksimalan penggunaan APBD di tahun-tahun berikutnya. Sebab, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun (SILPA) Kota Blitar tahun lalu mencapai Rp. 239 miliar. Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemkot Blitar memaksimalkan SILPA dalam program pembangunan daerah.
“SILPA 2021 ini bisa dioptimalkan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya ya, kita juga lihat kontruksi silpa nya. Kelihatannya silpa kita besar, tapi bisa jadi sudah sesuai juga” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Blitar, Santoso mengaku siap menindaklanjuti berbagai saran dan masukan fraksi DPRD Kota Blitar. Termasuk pemanfaatan SILPA 2021, yang akan dialokasikan untuk pembangunan melalui PAK 2022.
Menurut Walikota Blitar, sisa anggaran ini juga sebagai bentuk antisipasi persiapan pemilu 2024. Mengingat ada tiga agenda besar yang berlangsung, diantaranya adalah Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pihaknya juga meminta agar Tim Percepatan Penyerapan Anggaran Kota Blitar (Tepra) mengontrol seluruh OPD untuk memaksimalkan penggunaan anggaran.
“Kita terima dan siap ditindak lanjuti semua usulan dan saran DPRD, karena Silpa kita juga lumayan. Nantinya di PAK 2022 akan kita alokasikan untuk pembangunan apa yang memang perlu perhatian, kita juga harus saving setiap tahunnya untuk Pemilu 2024. Biar nanti nggak kesulitan, karena pemilu juga butuh anggaran yang nggak sedikit” tegas orang nomor satu di Kota Blitar tersebut. Sementara itu pada APBD 2021, realisasi pendapatan Pemkot Blitar mencapai 18.24 persen, sedangkan realisasi realisasi belanja 93.6 persen. (Red)










