banner 700x256

Pemkab Buleleng Keluarkan SE Penanganan Meningitis Babi, ini 8 Poin Langkah Kewaspadaan Agar Terhindar dari MMS

banner 120x600
banner 336x280

Buleleng – News PATROLI.COM –

Pemkab Buleleng kini telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penanganan meningitis babi atau meningitis strepcoccus suis (MSS).

Masyarakat hingga pedagang makanan olahan daging babi pun diharapkan mengikuti langkah-langkah kewaspadaan yang diatur dalam SE tersebut.

Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana ditemui para awak media Selasa (6/6/2023) mengatakan, ada delapan poin langkah-langkah kewaspadaaan yang harus dilakukan oleh masyarakat, agar terhindar dari MSS.

Poin pertama, masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan peternakan dan pengolahan daging babi.

Poin kedua, masyarakat diimbau mencuci tangan, lengan dan bagian tubuh terbuka lainnya secara menyeluruh setelah kontak dengan babi atau daging babi.

Point ketiga, menutup luka terbuka dengan penutup luka anti air pada saat kontak dengan babi atau daging babi.

Poin keempat, menggunakan sarung tangan yang sesuai.

Poin kelima, menjauhkan daging babi mentah dari makanan lainnya.

Poin keenam, memasak daging babi sampai minimal suhu internal 70 derajat celcius atau sampai air kaldu jernih.

Baca juga :  Babinsa Kodim Ponorogo Pendampingan Posyandu Balita

Poin ketujuh, segera berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain apabila terdapat gejala demam, setelah terpapar babi produk olahan babi.

Serta poin kedelapan, tidak mengonsumsi daging babi yang berasal dari babi yang kondisinya sakit atau mati mendadak.

Lihadnyana menyebut penanganan terkait isu kesehatan khususnya MSS ini harus cepat dilakukan oleh pemerintah, agar kasus tidak semakin meningkat.

Salah satunya dengan mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat.

Setelah mengeluarkan SE ini, pejabat asal Desa Kekeran Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini juga mengaku akan segera menggelar rapat bersama sejumlah pedagang makanan olahan daging babi.

Dalam rapat tersebut nantinya diharapkan para pedagang mengolah makanan dengan benar, dimasak hingga matang serta dijaga kebersihannya.

Ini dilakukan untuk mematikan bakteri streptococcus sp, penyebab MSS.

“Semua stakeholder mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Pertanian berperan untuk menangani penyakit ini. Dalam waktu dekat saya akan undang juga para mereka (pedagang makanan olahan daging babi) agar sama-sama serius menangani kasus ini,” Terangnya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *