banner 700x256

Jalur Kereta Api Tujuan Bandung Sudah Bisa Dilewati

Jalur Kereta Api Tujuan Bandung Sudah Bisa Dilewati. | Foto: Ist
banner 120x600
banner 336x280

Surabaya – News PATROLI.COM –

Jalur Kereta Api (KA) antara Stasiun Haurpugur dengan Stasiun Cicalengka sudah dapat dilewati KA, termasuk KA dari Malang. 

” Per Sabtu pukul 06.30 WIB tadi, jalur KA antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka sudah dapat dilewati kereta api dengan kecepatan 20 km per jam,” ucap Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Sabtub(6/1/2024). 

Luqman mengatakan jalur ini sebelumnya tidak dapat dilewati kereta api, karena adanya kecelakaan antara KA Commuterline Bandung Raya dengan KA Turangga, di KM 181+700 pada Jumat (5/1/2024). 

“Kereta api pertama yang melintasi jalur tersebut yaitu KA Cikuray (KA267) relasi Garut-Pasarsenen pada pukul 08:56 WIB, ” urainya. 

“KAI ucapkan terima kasih kepada semua stakeholders yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka, ” sambungnya. 

Menurutnya, hasil kordinasi dengan petugas di Daop 2 Bandung telah mengabarkan saat ini jalur rel sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas. 

“Sejumlah perbaikan jalur rel terus dilaksanakan agar dapat segera beroperasi kembali,” kata Luqman Arif.

Baca juga :  Dorong Peralihan Menuju Energi Listrik, Pemkab Bojonegoro Bersinergi dengan PLN Resmikan Charging Station

Luqman menambahkan, kini KA keberangkatan dari Daop 8 Surabaya, dari Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang dengan tujuan Bandung berjalan sesuai jalur pola operasi sebenarnya. 

“Setiap harinya, dari Daop 8 Surabaya terdapat 5 KA reguler dan 1 KA tambahan selama Nataru 2023/24 dengan tujuan Bandung melalui jalur selatan dan 1 yang melalui jalur utara,” terangnya. 

Kata Luqman, KA jarak jauh keberangkatan Daop 8 Surabaya dengan tujuan Bandung tersebut, diantaranya;

1. KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong;

2. KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung;

3. KA Mutiara Selatan Surabaya Gubeng – Bandung;

4. KA Turangga Surabaya Gubeng – Bandung;

5. KA Malabar relasi Malang – Bandung;

6. KA Tambahan Nataru Surabaya Gubeng –  Kiaracondong;

7. KA Harina relasi Surabaya Pasarturi – Bandung.

“KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut. KAI dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar,” ucap Luqman Arif mengakhiri.  (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *