banner 700x256

Anggota DPRD Kota Mojokerto Wahyu Nur Hidayat Gelar RESES Tahap III di Bancang, Warga Keluhkan Banjir

banner 120x600
banner 336x280

MOJOKERTO. newspatroli.com

Anggota DPRD Kota Mojokerto, H.Wahyu Nur Hidayat, SH, mengadakan Serap Aspirasi Masyarakat ( RESES ) Tahap III Terakhir di tahun 2021 ini, bertempat di Bancang, Gang 3 Kelurahan Wates, Jumat malam ( 10/ 12/ 2021 ) yang saat RESES, tersebut Abah Wahyu didampingi oleh H. Masduki, S.Pdi Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto ini.

Ketika RESES tersebut, Salah satu tokoh Masyarakat setempat , Supriyanto, mengeluh kan kondisi di Wilayah Wates ini kalau hujan deras selalu saja airnya meluber dan terjadi banjir, sehingga hal ini menyusahkan Masyarakat, . Mendapati pertanyaan tersebut langsung di tanggapi oleh Abah Wahyu, bahwa saat ini Kalangan DPRD dan Pemkot Mojokerto tengah mengalkulasi pembangunan embung untuk mengatasi banjir yang kerap menggenangi pemukiman penduduk di Kelurahan Wates, dengan membangun tandon air.

Dan, Tandon air raksasa itu diharapkan bisa mengatur volume air sebelum dialirkan ke Sungai Sadar yang menjadi hilir dari avur di Wates.

Dikatakan oleh Abah Wahyu, dia melihat Wates Timur kerap kebanjiran saat kawasan ini didera hujan deras. Air dari luapan drainase bahkan kerap meluber ke jalan hingga setinggi hampir 30 cm.

Baca juga :  Pemkab Sidoarjo Tinjau Dam Kedungpeluk yang Rampung Dibangun, Bupati Subandi Minta Kekurangan Segera Dibenahi

“Kita saat ini tengah mengalkulasi pembuatan embung untuk mengatasi banjir di daerah Wates. Nantinya kita akan mengawal pemkot untuk mematangkan rencana besar ini,” ujar Abah Wahju Nur Hidajat saat reses menjawab pertanyaan tokoh Masyarakat setempat.

Dijelaskan oleh Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku telah menganalisa penyebab banjir. “Saluran drainase terutama yang berada di bawah jalan bypass Mertex, mengecil sehingga menahan debit air yang besar dari arah Wates. Nah itu nanti kita pikirkan titik pembangunan embung sehingga hasilnya maksimal,” lanjutnya.
Dirinya juga mengusulkan agar Pemkot Mojokerto dibentuk BPBD seperti daerah lainya untuk mengatasi banjir dan bencana alam lainnya, sebab saat ini jika ada Banjir Satpol PP yang turun tangan. ” Jadi Pemkot Mojokerto harus punya BPBD biar kalau ada bencana atau banjir bisa segera di atasi , sebab selama ini yang mengatasinya selalu Satuan Pol PP yang menanggapi nya .” ucap Abah Wahyu Nur Hidayat. ( Kartono ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *