banner 700x256

Anggota DPRD Kota Mojokerto Hj. Choiroiyaroh Gelar Reses Disambati Pupuk Langka dan Mahal

banner 120x600
banner 336x280

MOJOKERTO. newpatroli.com.
Sulit nya memperoleh pupuk bersubsidi langka dan mahal, membuat para petani di kota Mojokerto resah dan menjerit, Padahal saat ini lagi musim tanam padi. Saat ini padi-padi yang usianya antara satu minggu hingga satu bulan membutuhkan pupuk urea dalam jumlah yang cukup banyak. Buat satu hektare dibutuhkan sedikitnya 300 kilogram pupuk urea. Sedangkan yang didapat petani hanya satu sak atau sekitar 50 kilogram.

Harga pupuk urea dan Za (amonium sulfat) per saknya yang dulu persaknya hanya Rp. 100 ribu, kini sudah melonjak naik sudah mencapai Rp .300 ribu. Dengan harga setinggi itu pun, petani masih sulit mendapatkan pupuk.

Keluhan itu disampaikan oleh Totok salah satu petani di Trenggilis Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon saat mengikuti Serap Aspirasi Masyarakat ( RESES ) tahap III, yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kota Mojokerto, dari Fraksi- PKB, Hj. Choiroiyaroh, Minggu ( 12/ 12/ 2021 ) di Sanimas Blotto, didampingi Gus Yanto selaku Moderator.
Sementara itu Hj.Yarohh sapaan Choiroiyaroh menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi memang harus diatur perdagangannya agar benar-benar jatuh ke tangan yang berhak, kalau tidak kasihan para petaninya.
Dijelaskan oleh Bu Yaroh, dirinya sering disambati oleh para petani mengeluhkan mahalnya pupuk urea di awal masa tanam. Akibatnya banyak padi tumbuh tidak subur karena kekurangan pupuk.

Baca juga :  DPRD Kabupaten Mojokerto Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi - Fraksi Tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah

Sementara itu petani yang lainya, Parno juga mengeluh kan, Selain langka, harga pupuk mahal. ini akan merugikan para petani, padahal kalau panen harga gabah murah, ini jelas akan mematikan kehidupan para petani yang memang bertani sebagai pekerja utama.

Pupuk jenis urea di Kota Mojokerto sulit didapat.

Harga mahal pun tak menjamin petani mendapatkannya dengan mudah. Petani harus antre dan berdesak-desakan untuk bisa mendapatkannya.

“;Akibat kekurangan pupuk, tanaman padi yang baru berumur sekitar 10 hari daunnya layu dan menguning. Bahkan, batang padi tidak mampu berdiri” keluh petani Totok.

Sementara itu di Reres Bu Yaroh ada beberapa masyarakat dan tokoh agama yang mengusulkan bantuan, Pagar makam, kenaikan honor Guru TPQ, dan pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan rumah nya. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *