banner 700x256

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Gelar Evaluasi Pendampingan Pesantren Sehat: Perkuat Wujudkan Lingkungan Pendidikan yang Bersih, Aman dan Berkelanjutan

banner 120x600
banner 336x280

Blitar, NewsPATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Evaluasi Pendampingan Pesantren Sehat sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah). Kegiatan ini dihadiri oleh para pengasuh lima pondok pesantren binaan, pendamping dari Fatayat NU, petugas Promkes dari Puskesmas Garum, Nglegok, Selopuro, Talun, serta Wonodadi.

Acara diselenggarakan dalam di Aula Candi Simping Lt 2 Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar ,dengan ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan program yang didukung oleh Dana Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur. Tahun 2025, Kabupaten Blitar mendapat mandat untuk mendampingi lima pondok pesantren, yakni:

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Garum
Pondok Pesantren Asy Safa’atiyah Wonodadi

Pondok Pesantren As Syuja’iyah Nglegok

Pondok Pesantren Jati Sanan Talun

Pondok Pesantren Al Aqsho Selopuro

Program SAJADAH yang digagas sejak 2019 merupakan langkah strategis Gubernur Jawa Timur dalam mewujudkan pesantren yang sehat, bersih, dan berdaya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini menyasar seluruh unsur pesantren, mulai dari pengasuh, pimpinan, santri, hingga masyarakat sekitar, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan penanganan kuratif dan rehabilitatif.

Selama periode pendampingan, berbagai kegiatan telah terlaksana, di antaranya:
– Pembinaan kesehatan lingkungan
– Inspeksi sanitasi dan keamanan pangan
– Edukasi PHBS bagi santri
– Skrining TBC dan kesehatan jiwa
– Penguatan Poskestren
– Peningkatan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada santriwati
– Pembinaan UKS Pesantren dan peningkatan kapasitas tenaga pengelola kesehatan pesantren.

“Melalui evaluasi ini, kita tidak sekadar menilai capaian program, namun memastikan bahwa seluruh proses pendampingan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pesantren dan para santri. Kolaborasi antara pengasuh, tenaga kesehatan, dan seluruh mitra menjadi kekuatan terbesar dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kebaikan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Blitar.”ujar dr. Miftakhul Huda

Baca juga :  Warga Sumberdadi Keluhkan Kondisi Jalan, Kendala Utama Pengangkutan Hasil Tani

Evaluasi tersebut bertujuan menilai capaian program, mengidentifikasi kendala lapangan, serta merumuskan strategi perbaikan agar pendampingan tahun berikutnya semakin efektif dan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan yang di wakili kepala bidang kesehatan masyarakat dr. Miftakhul Huda dan didampingi Ibu yuli susilowati, ST MMKes. sub koordinator promosi kesehatan. Menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh pondok pesantren yang telah membuka ruang kolaborasi dan menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren. Dukungan penuh para pemangku pesantren dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan santri.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar berharap sinergi lintas sektor melibatkan organisasi masyarakat keagamaan, puskesmas, perangkat desa, dan tenaga medis dapat terus diperkuat. Upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular, peningkatan sanitasi, serta penguatan sistem kesehatan pesantren akan terus menjadi prioritas agar tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan nyaman bagi generasi penerus bangsa.

Acara ditutup dengan harapan bersama bahwa hasil evaluasi ini akan membawa pijakan baru untuk penyempurnaan program di tahun-tahun mendatang, sekaligus memastikan pesantren menjadi model lingkungan pendidikan yang sehat dan berdaya.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *