banner 700x256

Promosikan Pangan Lokal dan Inovasi Teknologi Pertanian, DKPP Bojonegoro Buka Pasar B’FOS di CFD

banner 120x600
banner 336x280

Bojonegoro – News PATROLI.COM –

Inovasi pemasaran sektor pertanian dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro. Saat car free day (CFD) di seputaran alun-alun kota, DKPP menghadirkan inovasi bertajuk B’FOS (Bojonegoro Farm on the Street).20-04-2026

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi pertanian lokal sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung.

Acara ini merupakan hasil sinergi nyata antara pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian—termasuk para penyuluh, Kelompok Tani (Poktan), dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)—dengan program strategis ketahanan pangan daerah. Melalui B’FOS, berbagai komoditas unggulan mulai dari pangan segar, produk olahan, hingga produk pertanian non-pangan dipamerkan dan dijual langsung kepada konsumen.

Kepala DKPP Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pasar kaget, melainkan jembatan komunikasi antara produsen (petani) dan konsumen urban di Bojonegoro.

“B’FOS adalah bukti nyata kolaborasi antara SDM pertanian yang terampil dengan semangat ketahanan pangan kita. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bojonegoro memiliki kualitas yang luar biasa, atau istilahnya ‘Jos Membanggakan’.

Dengan membawa pertanian ke jalanan (CFD), kita memperpendek rantai pasok sehingga petani mendapat harga yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang segar serta berkualitas,” ujarnya, Minggu (19/04/2026).

Baca juga :  Pemkab Bojonegoro Siapkan Rp 40,4 Miliar untuk Beasiswa Tahun 2026, Ciptakan Generasi Tangguh

Lebih lanjut, Zaenal menjelaskan bahwa B’FOS juga sebagai sosialisasi teknologi pertanian yang sekarang dikembangkan oleh DKPP untuk pertanian Bojonegoro. Sebagai Contoh Pengembangan padi Gamagora dengan perlakuan basillus, SP dengan tanam jajar legowo, mampu meningkatkan produktivitas.

Selain itu, Zaenal Fanani juga menekankan pentingnya peran SDM pertanian dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat kabupaten. Menurutnya, edukasi pertanian yang disisipkan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk lokal.

“Kami terus mendorong SDM pertanian kita untuk lebih inovatif dalam pengemasan dan pemasaran. B’FOS menjadi laboratorium hidup bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan pasar. Jika SDM-nya kuat dan kolaborasinya solid, maka kemandirian pangan Bojonegoro akan tetap terjaga dengan kokoh,” tambahnya.

Kegiatan B’FOS ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan, sekaligus mempertegas posisi Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *