Jember  

Tragis Senjata Makan Tuan, Seorang Pemburu Tewas Tertembak Senapan Angin Milik Sendiri

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Nasib nahas menimpa M. Yusuf Hariawan ( 35 ) tahun, warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur . Niat hati ingin mencari burung liar, korban tewas meregang nyawa akibat peluru dari senapan angin yang dibawanya sendiri pada Selasa, 21/7/2026.

Insiden berdarah ini bermula ketika korban dan rekannya berangkat berboncengan hendak berburu burung sejak pukul 05.00 wib . Sekira pukul 05.30 wib, Korban bersama rekannya mampir ke warung kopi milik  Cukup  yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara TKP untuk memesan kopi setelah itu korban bersama rekannya berburunya minum kopi selang 5 menit korban berjalan kaki ke arah timur area tegal sambil membawa senapan angin panjang, sedangkan temannya tetap berada di warung dan korban dua kali balik ke warung untuk meminum kopi pesanannya, teman berburunya tetap di sekitar warung sambil membunyikan sound bunyi perkutut.

Sekira pukul 06.00 wib, Korban balik ke warung kopi yang ketiga kalinya dengan tidak membawa senapan angin sambil memegangi bagian perut bagian kanan sambil meminta tolong dan  berkata, Cak aku kebedil Dewe.”

 Melihat korban kesakitan temannya langsung menolong korban dengan dibantu pemilik warung kopi untuk menaikkan ke tempat duduk di warung, selanjutnya teman korban melihat ke arah timur senapan angin milik korban tergeletak di gang depan warung saksi 1 yang berjarak sekitar 12 meter, pemilik warung menyuruh teman korban untuk mengambil senapan angin milik korban.

Selanjutnya teman korban mengambil senapan angin tersebut dan mengamankan di warung, pemilik warung meminta tolong kepada warga sekitar untuk menghubungi Aparat Kepolisian Sektor Wuluhan. Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 06.30 wib, Kapolsek Wuluhan beserta anggota Polsek Wuluhan mendatangi TKP kemudian petugas dari polsek Wuluhan memanggil petugas medis dari Puskesmas Lojejer setelah diperiksa korban sudah meninggal dunia yang selanjutnya dilakukan VER luar, kemudian Kapolsek Wuluhan menjelaskan kronologi kejadian kepada orang tua korban di dampingi para saksi dan orang tua korban menerima dengan ikhlas kejadian tersebut murni kelalaian korban dan menolak di lakukan Autopsi dan proses hukum, selanjutnya pihak keluarga korban membawa pulang korban untuk dimakamkan.

Baca juga :  Lepas Pisah Dan Tasyakuran Siswa Kelas IX SMPN 2 Panti Jember Angkatan Ke 28 Tahun Pelajaran 2025/2026

Ditemukan luka dibawah rusuk sebelah kanan diduga akibat peluru senapan angin yang tembus ke paru-paru dan tidak diketemukan luka lain adanya bekas benda tumpul atau memar diseluruh tubuhnya.

Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko Dhardak Saputro, S. H., M. H. Mengatakan saat dikonfirmasi via Ponsel wa nya.
” Memang benar mas, sekira pukul nol enam titik kosong -kosong wib, ditegal atau pekarangan Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, telah terjadi seorang laki-laki meninggal dunia tertembak senapan angin miliknya sendiri akibat kelalaian menggunakan senapan angin”, ungkapnya

Lebih lanjut Kapolsek Wuluhan menuturkan, “Identitas korban, M. Yusuf Hariawan tiga puluh lima tahun, Alamat Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, adapun kronologis kejadian, awal korban bersama rekannya berangkat berburu burung pada pukul nol lima pagi menuju TKP perburuan di Desa Ampel, sebelumnya korban dan temannya memesan kopi diwarung milik Pak Cukup, setelah memesan kopi korban mengecek tempat berburu, selanjutnya korban kembali ke warung tak jauh dari TKP untuk minum kopi yang ia pesan”, imbuhnya.

Setelah minum kopi, korban kembali melanjutkan berburu burung liar di TKP sendirian, tak selang lama korban kembali ke warung dengan luka tembak tepat dibawah tulang rusuk sebelah kanan tembus ke paru-paru korban.

Tak lama kemudian kurang lebih sepuluh menitan, korban kembali lagi ke warung sudah dalam keadaan luka tembak sambil berkata ” cak aku kena tembak bedilku Dewe”, sontak teman dan pemilik warung bergegas memberi pertolongan kepada korban, dan langsung menghubungi perangkat desa dan perangkat desa menghubungi kami, selanjutnya kami beserta anggota Polsek Wuluhan mendatangi TKP bersama petugas medis untuk memastikan kondisi korban, namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis, karena murni kelalaian korban pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan Autopsi sehingga kita langsung antarkan jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan.” Pungkas Kapolsek Wuluhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *