banner 700x256

Hadapi Persaingan dan Tingkatkan Retribusi, Bupati Subandi Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Pasar Tradisional

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya mengoptimalkan peran pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi melakukan revitalisasi pasar agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama para koordinator dan pengelola pasar yang digelar di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/5/2026). Pertemuan ini juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bahrul Amig, serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Happy Setyaningtyas Astrawati.

Dalam kesempatan tersebut, dibahas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari masalah retribusi, fasilitas fisik, hingga penurunan okupansi kios akibat persaingan pasar modern dan tren belanja online. Berdasarkan data lima tahun terakhir, realisasi target retribusi pasar pada 2024 berhasil tercapai, namun belum memenuhi target pada tahun 2025.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” ujar Bupati Subandi.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Bupati mendorong penerapan sistem retribusi non-tunai yang akan dikawal oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Selain itu, Pemkab akan menyiapkan dashboard data terpadu yang mencakup informasi jumlah kios dan lapak agar dapat diakses oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Subandi juga menekankan pentingnya inovasi dari para kepala pasar demi menciptakan kenyamanan. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah penyediaan fasilitas WiFi gratis guna mendukung transaksi jual beli secara online.

Baca juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Sidoarjo Kerahkan 950 Personel

“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, para pengelola juga menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, mulai dari fasilitas yang rusak, masalah drainase, hingga genangan air. Menanggapi hal ini, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk perbaikan di Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan paving blok, los basah, hingga perbaikan pagar. Khusus untuk Pasar Sukodono, akan dilakukan peninggian paving di area depan guna mengatasi masalah banjir saat musim hujan.

Sementara itu, untuk menggeliatkan kembali ekonomi pasar, Pasar Wonoayu bersama APLI akan menggelar “Gebyar Pasar Wonoayu” pada 13-14 Mei mendatang.

Berbagai kondisi spesifik juga menjadi perhatian, seperti penanganan dampak kebakaran dan saluran air di Pasar Krian, serta perbaikan jalan dan sistem parkir di Pasar Porong yang kini sudah lebih nyaman berkat pemasangan kanopi. Di sisi lain, tantangan okupansi juga terjadi di Pasar Wadungasri, khususnya di lantai dua yang baru terisi sekitar 10 persen.

Menutup audiensi, Bupati Subandi menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pemetaan dan kajian mendalam terkait perbaikan sarana prasarana. Ia memastikan akan melakukan kunjungan langsung ke berbagai pasar untuk mencari solusi terbaik.

Melalui langkah revitalisasi, digitalisasi sistem, dan penguatan inovasi, Pemkab Sidoarjo berharap pasar tradisional tidak hanya bertahan, tetapi tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang modern dan diminati masyaraka. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *