banner 700x256

Dukung Tingkatkan Produksi, Pemkab Bojonegoro Salurkan 8 Alsintan Pada Poktan dan Gapoktan

banner 120x600
banner 336x280

Bojonegoro – News PATROLI.COM –

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Alsintan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), Selasa (2/06/2026).

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung modernisasi sektor pertanian serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani di Kabupaten Bojonegoro.
Sebanyak 8 unit alsintan diserahkan kepada 8 Poktan/Gapoktan yang telah memenuhi persyaratan penerima bantuan. Adapun rincian bantuan yang diberikan meliputi 6 unit Traktor Roda 2, 1 unit Traktor Roda 4, dan 1 unit Rice Transplanter.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan menyeluruh kepada para petani, mulai dari tahap produksi hingga pasca panen. Berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Salah satunya adalah program listrik masuk sawah guna membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga terus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani serta melakukan pemantauan harga hasil pertanian pasca panen guna menjaga stabilitas pendapatan petani.
“Upaya yang kami lakukan tidak hanya melalui bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui program listrik masuk sawah untuk mendukung pengairan, memastikan ketersediaan pupuk, serta melakukan pemantauan harga hasil panen agar petani mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro juga akan menyalurkan bantuan benih padi unggul varietas Gamagora kepada kelompok tani. Varietas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan produktivitas di atas 8 ton per hektare sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.
Melalui bantuan alsintan pra panen dan berbagai program pendukung lainnya, Pemkab Bojonegoro berharap petani semakin terbantu dalam mengelola usaha taninya secara efektif dan efisien. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Baca juga :  Polsek Porong Bersama Petani Panen Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara selektif sesuai ketentuan yang berlaku. Kelompok tani penerima harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), memiliki legalitas yang jelas, serta berkomitmen untuk mengelola dan memanfaatkan bantuan secara optimal.

“Bantuan alsintan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Kami berharap alsintan yang diterima dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung kegiatan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan alsintan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Oleh karena itu, penerima bantuan diminta menjaga dan memanfaatkan alsintan sesuai peruntukannya.

“Kami tegaskan bahwa bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan, digadaikan, maupun dipindahtangankan. Poktan dan Gapoktan penerima bertanggung jawab penuh terhadap operasional, perawatan, serta pemanfaatan alat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” tambahnya.

Selain itu, DKPP Bojonegoro akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama penyuluh pertanian lapangan dan petugas terkait guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.
Menurut Zaenal, hasil evaluasi pemanfaatan alsintan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran bantuan pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal dapat direlokasi kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pendampingan agar alsintan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Bojonegoro,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *