banner 700x256

Selalu Istiqomah, Tak Terasa Sudah Dua Tahun Majelis Khotmil Qur’an & Kenduri Tumpeng di Makam Mbah Sentono

Keluarga Hadi Purwanto SH MH dan Kyai Hasan Mathori Poto bersama dengan tokoh tokoh masyarakat Dusun Banjarsari
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI. COM –

Selalu Istiqomah warga Banjarsari rutin menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an yang sudah berjalan periode ke-24 yang digelar di kompleks makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono, Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu siang (7/6/2026).

Kegiatan yang prakarsai oleh Hadi Purwanto SH MH ini tak terasa sudah berlangsung selama dua tahun, dan giat keagamaan ini menjadi ajang memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendoakan para leluhur dan ahli kubur.

Penanggung jawab kegiatan Hadi Purwanto yang akrab disapa Mas Hadi ini menjelaskan bahwa acara Rutinan Khotmil Qur’an di komplek Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono tersebut dimulai sejak pagi, para jamaah memadati area makam untuk mengikuti rangkaian pembacaan atau Semaan Al-Qur’an, Sholawatan, Tahlil dan doa bersama ini diakhiri dengan kenduri tumpeng.

Dijelaskan oleh Mas Majelis Khotmil Qur’an dan kirim Doa kepada para leluhur dan orang tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk pengingat agar manusia tidak melupakan asal-usul serta senantiasa mendoakan mereka yang telah mendahului.

Mas Hadi juga menyebut rasa syukurnya karena kegiatan Khotmil Qur’an ini tak terasa sudah berlangsung selama dua tahun, yang merupakan buah dari kebersamaan dan komitmen seluruh jamaah yang terus menjaga semangat ibadah.

Sebab, Istiqomah itu bukan perkara mudah. Banyak kegiatan yang diawali dengan semangat besar, tetapi tidak semuanya mampu bertahan. Tapi Alhamdulillah, Majelis Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama serta kenduri tumpeng ini masih terus berjalan berkat pertolongan Allah SWT dan kekompakan jamaah.

Mas Hadi mengatakan pula bahwa kegiatan rutin Khotmil Qur’an ini tidak ada muatan politis ini murni kegiatan keagamaan karena doa yang dipanjatkan dalam majelis tersebut dihadiahkan untuk kedua orang tua, guru, serta para leluhur yang telah berjasa mengenalkan nilai-nilai agama kepada generasi penerus.

Baca juga :  Gelar Rapat Paripurna, DPRD Kota Mojokerto Sampaikan 18 Rekomendasi LKPJ Walikota

Sementara itu dalam tausiahnya Ustadz Mukid mengingatkan pentingnya rasa syukur sebagai kunci bertambahnya nikmat dari Allah SWT, dirinya menekankan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia yang telah memberikan kebaikan, terutama orang tua dan guru.

Ustadz Mukid menilai perjalanan Khotmil Qur’an yang telah berjalan selama 2 tahun lebih ini merupakan bukti nyata pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah.

Sebab, istiqomah sebagai salah satu amalan yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah SWT, dan mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh upaya manusia. Meski panitia telah menyebarkan lebih dari 150 undangan dan mempersiapkan seluruh kebutuhan acara, kehadiran jamaah tetap merupakan bentuk hidayah dan kehendak Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Mukid juga mengajak jamaah untuk terus mendoakan orang tua dan guru yang telah wafat. Menurutnya, doa menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir dan menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjasa dalam kehidupan.

Sementara itu penceramah kedua, Kyai Hasan Mathori justru memberikan nasihat kepada jamaah majelis Khotmil Qur’an, bahwa setiap orang yang melangkahkan kaki untuk menghadiri majelis Al-Qur’an termasuk golongan yang mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. ” Sebab yang dinilai bukan banyaknya jumlah peserta, atau jamaah yang hadir di Majelis ini, melainkan keikhlasan dalam menghadiri dan mengikuti majelis ilmu, dan kita semua yang hadir disini Insyaallah Kelak akan masuk surga semua, ” ucap singkat Kyai Hasan Mathori.

Setelah ceramah selesai acara dilanjutkan dengan Doa bersama, jamaah yang hadir langsung menikmati hidangan nasi tumpeng berbagai jenis lengkap dengan lauk pauk, yang disediakan penanggung jawab kegiatan Khotmil Qur’an Hadi Purwanto dalam suasana kekeluargaan.( Rin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *